Nama Kapolres Dicatut Sasar Direktur RSUD Sumbawa

oleh -3 views
Kapolres Sumbawa, AKBP Muhammad SIK

SUMBAWA BESAR, SR (10/12/2016)

Pelaku kejahatan pandai memanfaatkan momen. Dengan segala cara dia berupaya untuk memperdaya korbannya untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Seperti yang dialami Direktur RSUD Sumbawa, dr. Selvi. Sehari setelah pemeriksaannya oleh penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa sebagai saksi dalam kasus dugaan penyimpangan pembangunan IGD, dr. Selvi dihubungi oleh seseorang. Dalam komunikasi melalui saluran telepon kantor ini, penelepon tersebut mengaku sebagai Kapolres Sumbawa. Melalui percakapan, pelaku bersedia membantu dr. Selvi keluar dari persoalan hukum kasus IGD yang sedang ditangani jajarannya. Tentunya Direktur tersebut dapat membantu sejumlah dana untuk keperluan dinas, sekaligus meminta ditransfer ke nomor rekening yang disebutkan dalam percakapan itu. Beruntung direktur yang masih lajang ini memiliki nomor Kapolres untuk melakukan konfirmasi kebenarannya. Secara tegas Kapolres AKBP Muhammad SIK menyatakan jika penelepon tersebut adalah seorang penipu dan meminta untuk tidak ditanggapi.

Ditemui SAMAWAREA, Jumat (9/12) kemarin, Kapolres menyampaikan apresiasi kepada Direktur RSUD yang melakukan konfirmasi terlebih dahulu sebelum memenuhi permintaan pelaku penipuan tersebut. Dan diakui Kapolres, modus penipuan ini sudah kerapkali terjadi dan beberapa di antaranya mencatut namanya. Bahkan ada beberapa orang yang sudah menjadi korbannya. Mereka merespon permintaan pelaku tanpa melakukan konfirmasi sebelumnya dengan dirinya atau ajudannya.

Untuk meminimalisir dan mencegah munculnya korban-korban lainnya, Kapolres mengaku telah menyebarkan nomor handphone. Ketika ada yang menghubungi dan mengaku dirinya bukan menggunakan nomor miliknya, dapat dipastikan itu adalah pelaku kejahatan. Terlebih lagi penelepon itu meminta sejumlah uang. Untuk itu masyarakat diminta selalu waspada, karena pelaku kejahatan akan menggunakan berbagai cara dalam memperdayai korbannya. Selain itu pelaku memanfaatkan momen-momen penting agar masyarakat merasa yakin yang kemudian masuk perangkap. “Jangan mudah percaya, dan jangan mudah tergoda. Cek dan ricek agar terhindar dari aksi kejahatan,” demikian Kapolres. (JEN/SR)

iklan bapenda
Baca Juga  Dinilai Berhasil, Upsus Dilanjutkan Tahun 2016