Ketua Blok Sebasang Desak Polisi Tangkap Pelaku Penyerangan

oleh -16 views
Akhmad Junaidi

SUMBAWA BESAR, SR (06/12/2016)

Ketua Tim Seleksi Olat Maras Blok Sebasang, Ahmad Junaidi menyesalkan tindakan penyerangan terhadap warganya oleh sekelompok orang di lokasi pengerjaan Jalan Usaha Tani (JUT), Desa Kerekeh, Kecamatan Unter Iwis, Selasa (6/12) pagi. Dalam peristiwa berdarah itu, dua orang yaitu Ahmad Adam–mantan Kepala Desa Marga dan Burhanuddin, terluka parah akibat ditebas parang dan dipanah. Karenanya Ahmad Junaidi yang juga anggota DPRD Sumbawa ini, mendesak aparat kepolisian segera menangkap para pelakunya. Ini harus dilakukan untuk meredam situasi dan mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Junaidi—akrab dia disapa, mengaku heran dengan tindakan sekelompok massa tersebut. Padahal lahan tempat pembuatan jalan usaha tani itu adalah milik warga Sebasang sebagai kompensasi lahan mereka yang terendam akibat dampak pembangunan Bendungan Batu Bulan (BBB). Saat itu lahan milik masyarakat Sebasang mencapai 259 hektar namun sudah dikompensasikan sebanyak 130 hektar yang kemudian menjadi milik pemerintah. Lahan milik pemerintah inilah yang dipinjamkan kepada warga Dusun Selang. Untuk warga Sebasang atau dikenal dengan Blok Sebasang, tersisa 129 hektar yang tuntas diserahkan oleh pemerintah daerah melalui rapat yang dipimpin Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril B.Sc, belum lama ini.

Ketika warga Blok Sebasang mengerjakan jalan usaha tani untuk menghubungkan ruas Blok Sebasang dan Blok 130 milik pemerintah, terjadi penyerangan sekelompok orang yang mengenakan penutup wajah. “Ini yang membuat kami heran, tidak ada hujan dan angin, tiba-tiba muncul sekelompok orang menganiaya warga kami. Jadi kami minta polisi serius menangani masalah ini,” tegasnya. (JEN/SR)

kejaksaan-anti-korupsi

 

No More Posts Available.

No more pages to load.