Workshop Pelayanan Publik, Satu SKPD Satu Inovasi

oleh -53 views

SUMBAWA BESAR, SR (05/12/2016)

Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui bagian Organisasi Setda Kabupaten Sumbawa bekerjasama dengan Kompak menggelar Workshop Inovasi Pelayanan Publik. Kegiatan dengan tema Meneguhkan Komitmen Satu SKPD Satu Inovasi ini digelar di Aula Lantai 3 Kantor Bupati Sumbawa, Senin (5/12/2016).

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Sumbawa, Drs. H. Didi Darsani, Apt yang membacakan sambutan Bupati Sumbawa menyampaikan, workshop inovasi ini merupakan kegiatan fasilitasi Kompak yang sangat bermanfaat bagi upaya percepatan perbaikan tata kelola pemerintahan, khususnya terkait pelayanan publik yang menjadi tugas Aparatur Sipil Negara sebagai abdi masyarakat. Pemberian pelayanan publik oleh aparatur pemerintah merupakan implikasi dari fungsi aparatur negara sebagai pelayan masyarakat, sehingga kedudukannya dalam pelayanan umum (public services) sangat strategis, karena akan menentukan sejauh mana Pemerintah mampu memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat. Perkembangan kehidupan masyarakat yang sangat dinamis seiring dengan tingkat kehidupan masyarakat yang semakin baik, berimplikasi pada semakin kritisnya masyarakat untuk mengajukan tuntutan, keinginan dan aspirasinya serta melakukan kontrol terhadap apa yang dilakukan pemerintah. Karenanya pemerintah harus mengambil berbagai inisiatif, salah satunya melalui inovasi pelayanan publik guna meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Inovasi di bidang pelayanan publik ini lanjut Didi Darsani, adalah ide kreatif teknologi atau cara baru dalam teknologi pelayanan, menciptakan terobosan, penyederhanaan di bidang aturan, pendekatan, prosedur, metode, maupun struktur organisasi pelayanan yang manfaatnya memiliki nilai tambah baik dari segi kuantitas maupun kualitas pelayanan. Dengan demikian inovasi dalam pelayanan publik tidak mengharuskan suatu penemuan baru, tetapi dapat merupakan suatu pendekatan baru yang bersifat kontekstual. Dalam arti, inovasi tidak terbatas dari tidak ada kemudian muncul gagasan dan praktik inovasi, tetapi dapat berupa inovasi hasil dari perluasan maupun peningkatan kualitas pada inovasi yang ada.

Baca Juga  100 Hari Kerja Menuju Berare Gemilang

workshop-pelayanan-publik-1

Untuk mendorong percepatan peningkatan pelayanan publik, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi sejak tahun 2013 telah meluncurkan gerakan one agency, one innovation (satu instansi, satu inovasi). Bahwa setiap pemerintah daerah wajib menciptakan minimal satu inovasi pelayanan publik setiap tahun. Agar gerakan ini terimplementasi secara masif, maka perlu diturunkan dalam tataran 1 yaitu satu perangkat daerah satu inovasi. Paralel dengan inisiatif ini juga diselenggarakan kompetisi inovasi pelayanan publik.

Terhadap hal ini Pemda Sumbawa menyampaikan apresiasi kepada beberapa inovator yang mengharumkan nama Pemerintah Kabupaten Sumbawa dengan keberhasilannya pada kompetisi Entebenovik yaitu kompetisi inovasi pelayanan publik kabupaten/kota se-Provinsi NTB yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi NTB belum lama ini. Yaitu Ir. H. Iskandar, M.Ec.Dev (Kepala Bappeda) dengan inovasi “Pal-Batas (Portal Bank Data Berbasis Spasial). Wirawan, S.Si., MT (Kepala KPPT) dengan inovasi “Laris 60 menit (Pelayanan Perizinan Tuntas 60 Menit). Sri Haryati, S.Si., MPH (Kepala Seksi Kesehatan Anak, Dinas Kesehatan) dengan inovasi “Kampung Anak Sehat”.

Untuk itu Instansi Pemerintah diharapkan terus berupaya menciptakan inovasi pelayanan publik untuk kemudahan pelayanan melalui efisiensi dan efektivitas birokrasi. Karena agenda substansial dari kegiatan workshop ini adalah melembagakan dan menginternalisasi gerakan one agency one innovation, bukan hanya kewajiban untuk menciptakan minimal satu inovasi pelayanan publik bagi setiap perangkat daerah, tetapi harus mampu melipatgandakan, baik dari segi jumlah maupun kualitas pelayanan publik serta tersusun dalam agenda yang terencana dengan rapi. ‘’Keberadaan inovasi ini diharapkan dapat menjadi referensi pembanding (bench-mark) dan referensi pembelajaran (bench-learning) dalam upaya melakukan percepatan pelaksanaan reformasi birokrasi antar instansi melalui diseminasi, transfer dan replikasi inovasi pelayanan publik tersebut,’’ ujarnya. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.