Pemda KSB Titip Sejumlah Program ke Dirjen Bina Marga

oleh -18 views
Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR didampingi Bupati dan Wakil Bupati KSB beserta pejabat lainnya, foto bersama di Danau Lebo Taliwang

SUMBAWA BARAT, SR (28/11/2016)

Kedatangan Dirjen Bina Marga Menteri Pekerjaan Umum, Dr. Ir. Arie Situadi M.Sc dan rombongan mengikuti Jalan Sehat dalam rangka memeriahkan HUT KSB ke-13 yang dirangkaikan dengan HUT PU ke-71 sekaligus meresmikan Taman Tiang Nan di Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Minggu (27/11), dimanfaatkan secara maksimal oleh Bupati dan Wakil Bupati setempat.

Saat jamuan makan malam di Pendopo, Bupati KSB, Dr. Ir. H.W. Musyafirin MM menitipkan sejumlah program pembangunan kepada Dirjen. Sebenarnya program yang dititipkan ini sudah pernah dikomunikasikan dengan Menteri PUPR. Seperti Bendungan Bintang Bano yang anggarannya diperkirakan mencapai Rp 1,4 Triliun. Pemda KSB sudah mengawalinya dengan mengalokasikan dana APBD sebesar Rp 120 Milyar. “Alhamdulillah berkat campur tangan Allah dan pemerintah pusat melalui Kementerian PU pekerjaannya sedang berjalan,” kata Firin—akrab Bupati disapa. Kemudian pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang masih membutuhkan ruas jalan untuk mengangkut batu bara sepanjang 10 kilometer. Ia berharap dengan adanya pembangkit ini seluruh desa di KSB harus teraliri listrik pada Tahun 2017 termasuk Rarak Runges. “Jadi kami minta bantuan Bapak Dirjen untuk memprioritaskannya,” pinta Firin yang didampingi Wakil Bupati, Fud Syaifuddin ST dan sejumlah pejabat lainnya.

Dirjen Bina Marga kementerian PUPR beserta rombongan disambut Wakil Bupati KSB saat tiba di Bandara Sekongkang
Dirjen Bina Marga kementerian PUPR beserta rombongan disambut Wakil Bupati KSB saat tiba di Bandara Sekongkang

Selanjutnya jalan baru yang membelah Kota Taliwang dari lingkungan KTC sebelah Hotel Royal tembus ke Kelurahan Telaga sepanjang 2 kilometer, sehingga penataan kotanya lebih teratur, sebagaimana Kota Mataram. Yang membutuhkan perhatian serius juga Jalan Desa Rarak Runges, dan jalan menuju Desa Mata Iyang sepanjang 8–12 kilometer dengan 6 jembatan termasuk satu jembatan di kota yang sudah mulai dikerjakan. “Kalau Bapak Dirjen bisa membantu maka habis sudah pekerjaan kami untuk poros desa,” pintanya.

Baca Juga  Gubernur NTB Tekankan Pentingnya Melibatkan Masyarakat Lokal

Untuk mengatasi tradisi tahunan, yaitu banjir yang menerjang Kota Taliwang dan sekitarnya, Firin mengaku sangat membutuhkan bronjong sehingga bantaran sungai tidak terkikis yang membuat pemukiman semakin menyempit. Upaya lain mengatasi banjir adalah membangun Bendungan Tiu Suntuk yang kini DED-nya sedang dibuat, serta Bendungan Elang Desa di Jereweh.

Bupati Firin juga meminta pemerintah pusat segera menangani Danau Lebo Taliwang karena terus mengalami sedimentasi sehingga banyak warga yang mengklaim lahan Lebo yang sudah menjadi daratan. “Harus dibuat sabuk pengamannya agar aset pemerintah pusat ini aman,” ujarnya.

Menanggapi aspirasi itu, Dirjen Bina Marga Dr. Ir. Arie Stuadi M. M.Sc langsung memerintahkan H. Nikmatullah selaku Kepala Balai Jalan Provinsi NTB untuk melihat system jaringan jalannya untuk memastikan mana jalan Kabupaten, provinsi, dan nasional sehingga Bappenas dapat mengalokasikan anggarannya. “Untuk besaran anggarannya tidak ditentukan oleh kementerian PU. Kami hanya menyusun program prioritas dan yang menetukan biayanya adalah Bappenas melalui DAK,” jelas Doktor Arie.

Demikian dengan usulan lainnya, Doktor Arie akan memberikan perhatiannya sehingga pembangunan di KSB dapat berjalan pesat. Namun Ia berpesan agar pemda KSB dapat membuat perencanaan yang bagus dengan konsultan yang baik. “Jangan sampai usulan sudah disetujui, justru desainnya yang menghambat,” ujarnya. (HEN/SR)

No More Posts Available.

No more pages to load.