TGH Hasanain Djuaini Dorong Perda Wajib Tanam Pohon di NTB

oleh -4 views

MATARAM, SR (24/11/2016)

Pendiri Pondok Pesantren Putri Nurul Haramain, Lombok, Tuan Guru Haji (TGH) Hasanain Djuaini mendorong diterbitkannya Peraturan Daerah (Perda) tentang kewajiban menanam pohon di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). “Ada sekitar 580 ribu hektar lahan kritis, kalau kita hitung tidak ada yang bisa biayai (recovery) ini,” ujarnya dalam Lokakarya Wartawan tentang Perubahan Iklim yang digelar Lembaga Pers Dr Soetomo (LPDS) bersama Kedubes Norwegia di Golden Palace, Mataram, Kamis (24/11).

Ia menilai, Perda wajib tanam pohon merupakan langkah jitu dalam mengurangi dampak kerusakan lingkungan lahan kritis. Menurutnya, satu orang memiliki kewajiban menanam 127 batang pohon hingga 10 tahun ke depan. Dengan jumlah penduduk NTB sekitar 4,7 juta orang, maka akan ada 5,9 miliar pohon yang ditanam hingga 2026. “Kalau perda wajib tanam ini efektif dan dilaksanakan selama 10 tahun maka persoalan 580 ribu hektar lahan kritis selesai,” lanjutnya.

Untuk implementasinya, dia menyerahkan hal ini kepada pemangku kebijakan di NTB. Dia menuturkan, kewajiban tanam dilakukan secara bertahap mulai dari jenjang sekolah dasar. Selain aktif memelihara kelestarian lingkungan, kewajiban menanam pohon juga akan meningkatkan kesadaran masyarakat NTB terhadap lingkungan. “Kita punya tanggung jawab moral kepada bumi yang telah memberikan segalanya,” ujar Tuan Guru.

Tokoh Perubahan Republika 2015 ini juga sedang menggagas camp di tengah hutan yang mampu menampung hingga 500 orang. Rencananya, camp tersebut akan digunakan untuk memberikan pelatihan dan pendidikan kepada anak SD di NTB yang dilakukan secara bergantian. “Setiap hari ada sekolah kirim murid kesana menginap, dan paginya menanam, kalau dijalankan selama 10 tahun secara berkesinambungan kerusakan hutan yang besar Insya Allah dalam 10 tahun bisa selesai tanpa khayalkan biaya besar,” tutupnya. (NA/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb
Baca Juga  SMK BSTel Terima 60-an Siswa Baru, Borsya Foundation Siapkan Beasiswa

No More Posts Available.

No more pages to load.