Majelis Sengketa Gelar Sidang Perkara Pilkades Poto Tano

oleh -8 views

SUMBAWA BARAT, SR (23/11/2016)

Majelis Sengketa Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kembali menggelar sidang sengketa tentang aduan dugaan jumlah pemilih dan surat suara tidak sama. Sidang itu dilaksanakan di Ruang Sidang II Kantor Setda Kabupaten Sumbawa Barat, Selasa (22/11). Sebelumnya majelis sudah melakukan sidang pertama mendengarkan tuntutan dari pemohon.

Sidang majelis yang dipimpin langsung oleh Ketua Majelis, Sahrul Mustofa SH MH dengan agenda mendengar tanggapan termohon yaitu Panitia Pemilihan Kepala Desa (PPKD) Desa Poto Tano. Jalaludin selaku Ketua PPKD Poto Tano mewakili anggotanya memberikan tanggapannya. Jalaluddin memberikan klarifikasi mengapa ada suara yang tidak ada pemiliknya. Untuk menghitung ulang, bukan kewenangannya melainkan kewenangan panitia kabupaten atau Majelis Sengketa Pilkades. “Kami tidak berani buka atau menghitung ulang surat suara sehingga kotak suara kita amankan di kecamatan,” akunya.

Sementara itu Ketua KPPS Muhammad menjelaskan di TPS II jumlah DPT 476 sedangkan jumlah surat suara yang diterima 476 plus 12 menjadi 488. Kemudian pemilih yang datang menggunakan hak pilihnya 423 orang dan pemilih tambahan 7 orang. Sementara surat suara yang digunakan 430 lembar, sisa surat suara yang tidak terpakai 58 lembar dan jumlah surat suara yang terpakai 430. Selanjutnya surat suara sah menurut perhitungan KPPS adalah calon nomor urut 1 sebanyak 181 suara, nomor urut 2 mencapai 227 suara. Ada 22 lembar batal.

Baca Juga  Mudik, Isi Rumah Digasak Maling

Muhammad mengakui suara yang diraih nomor urut 1 adalah 182 yang dipermasalahkan karena memang ada kekeliruan pihaknya di C plano 1. “Saya perkirakan dalam perhitungan kami ada dua kali sebutan dalam satu surat suara di nomor urut satu, karena sempat ada protes dari saksi terkait keabsahan surat suara sehingga surat suara itu dibaca dua kali. Mungkin disitu anggota kami keliru,” jelasnya.

Sementara itu Anggota KPPS, Sujiadi mengakui sebagai orang yang ditugaskan untuk menulis di C Plano 1. Ia menulis berdasarkan pengeras suara. “Seingat saya tidak ada yang keliru di tugas saya, karena saya menulis sesuai dengan apa yang disebut oleh pengeras suara. Di samping itu saya diawasi langsung oleh pengawas,” bebernya.

Di tempat sama, Mulyadi selaku pemohon menanggapi langsung apa yang menjadi pernyataan termohon. Menurutnya, dari saksi yang ada di lapangan (TPS II) bahwa kesalahan bukan di C Plano I tapi pada perhitungan suara terutama yang mengangkat atau yang membuka surat suara. Setelah mendengarkan tanggapan termohon dan pemohon, Majelis menutup sidang dan akan melanjutkan pada Hari Kamis untuk mendengarkan keterangan saksi-saksi beserta alat bukti baik dari pemohon maupun termohon. (HEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.