Selamat Harlah KSB ke-13, Berprestasi dan Luar Biasa

oleh -12 views

SUMBAWA BARAT, SR (20/11/2016)

Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) adalah kabupaten yang tergolong masih muda. Daerah pecahan kabupaten induk Sumbawa ini lahir dari semangat perubahan untuk lebih sejahtera sehingga tercetuslah ide-ide untuk mandiri dengan membuat kabupaten sendiri. Daerah otonomi baru ini digagas oleh sejumlah tokoh diawali denan penyusunan pengurus Komite Pembetukan KSB (KPKSB) yang diketuai M. Nur Yasin.

Wacana pemekaran dari kabupaten induk inipun mulai disosialisasikan ke delapan kecamatan. Sosialisasi ini melahirkan rekomendasi dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Berbekal rekomendasi inilah komite melakukan audiensi dengan DPRD Provinsi NTB. Dari audiensi ini terungkap bahwa rekomendasi Pemda Sumbawa belum cukup melainkan harus ada surat keputusan DPRD dan usulan Bupati Sumbawa. Rupanya Bupati Sumbawa langsung meresponnya dengan melakukan kajian terhadap aspirasi masyarakat. Tepat 1 Desember 2001 Komite Pemekaran Kabupaten Sumbawa Barat (KPKSB) terbentuk, diketuai Drs. HB Tamrin Rayes yang kala itu menjabat sebagai Sekda Sumbawa. 23 April 2002 masyarakat sepakat mengadakan penyegaran pengurus dan terpilihlah Dr. KH. Zulkifli Muhadli SH MM yang langsung bekerja merumuskan langkah produktif dan kongkrit yaitu konsolidasi masyarakat di 5 kecamatan yaitu Kecamatan Seteluk, Barang Rea, Taliwang, Jereweh dan Sekongkang.

harlah-ksb

Setelah cukup lama melakukan konsolidasi akhirnya pembentukan Kabupaten Sumbawa Barat memiliki peluang melalui usulan pemerintah dan inisiatif DPR RI, sehingga 14 Hijriyah yang bertepatan dengan 20 November 2003 Wakil Ketua DPR RI, Sutarjo Suryo Guritno dalam sidang paripurna mengetuk palu mengesahkan UU Pembentukan Kabupaten Sumbawa Barat. Sehingga setiap tahun dan pada hari ini, Minggu, 20 November 2016 Pemda KSB memperingati Hari Lahir (Harlah) KSB ke-13 di Lapangan Upacara Graha Fitrah lingkungan KTC (Kemutar Telu Center). Upacara tersebut selain dihadiri Wakil Gubernur NTB H. Muh. Amin SH MH, Bupati/walikota se-NTB juga dihadiri Menteri Ketenagakerjaan dan Direktur LPDP. Acara tersebut dimeriahkan penampilan Gong Genang Adat Sumbawa, Reog Ponorogo (Jawa), Gendang Ble (Lombok), serta budaya lainnya seperti Bima, Dompu, Persatuan Bali, dan lainnya. Ini salah satu bukti keberagaman yang hidup berdampingan secara damai di KSB. (HEN/SR)

iklan-harlah-ksb

BPSK dukacita dukacita bankntb
Baca Juga  DKP NTB: Tak Ada Pencairan JPS yang Ribet

No More Posts Available.

No more pages to load.