Diperiksa Sebagai Tersangka, Kades Penyaring Belum Ditahan

oleh -12 views

SUMBAWA BESAR, SR (15/11/2016)

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Kades Penyaring Kecamatan Moyo Utara, MS memenuhi panggilan penyidik Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa, Selasa (15/11). Oknum kades ini menjalani pemeriksaan selama hampir tiga jam. Selama pemeriksaan terkait dugaan tindak pidana pemalsuan sporadik lahan Samota, MS didampingi kuasa hukumnya, Sobaruddin SH. Selain oknum kades ini, pada hari yang sama polisi juga meminta keterangan MT yang juga dalam statusnya sebagai tersangka. MT adalah pemilik sporadik diduga palsu tersebut.

Sobaruddin SH—kuasa hukum kedua tersangka, mengakui jika kedua kliennya itu baru saja menjalani pemeriksaan. Keduanya sangat kooperatif dalam memberikan keterangan kepada penyidik. Keterangan yang disampaikan terkait dengan proses terbitnya dokumen sporadik lahan di Desa Penyaring atau yang terkena dampak pembangunan jalan Samota. Mengenai ditahan atau tidak, Obe—sapaan pengacara beken ini, menyatakan merupakan kewenangan penyidik kepolisian. Namun sementara kliennya tidak ditahan karena mungkin masih dianggap sangat kooperatif.

Sobaruddin SH, Kuasa Hukum Tersangka Kades Penyaring
Sobaruddin SH, Kuasa Hukum Tersangka Kades Penyaring

Terkait dengan perbuatan yang disangkakan kepada kliennya, Obe mengatakan akan melihat perkembangannya di pengadilan nanti. Pihaknya masih belum mempelajari perkara ini secara seksama karena baru kemarin menerima surat kuasa mendampingi kedua tersangka. “Kami mendalaminya, dan semoga persoalan ini bisa terselesaikan dengan baik sesuai koridor hukum di negara kita,” demikian Obe.

Seperti diberitakan, kasus dugaan pemalsuan dokumen ini dilaporkan ke Polres Sumbawa, Oktober 2015 lalu. Berawal dari adanya rencana pembebasan lahan untuk pembangunan jalan Samota. Rencana ini dimanfaatkan oknum tertentu untuk mendapatkan keuntungan. Tanah pemerintah yang akan dilalui jalan itu dijadikan hak milik. Dokumen pun dipalsukan dengan cara membuat sporadiknya bertujuan untuk menerima ganti rugi atas lahan tersebut.

Baca Juga  Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Mengucapkan Dirgahayu TNI ke-75

Hasil penyelidikan dan penyidikan, polisi mengawalinya dengan menetapkan Kades Penyaring, MS dan MT pemilik nama di sporadic sebagai tersangka. Untuk oknum Kades Penyaring dinilai telah memenuhi unsur tindak pidana pasal 263 ayat 1 dan ayat 2 KUHP. MS diduga memalsukan dokumen tanah berupa sporadik dan menggunakannya. Sedangkan MT hanya dijerat pasal 263 ayat (2) KUHP karena hanya menggunakan sporadik tersebut. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.