Pendaki Malaysia Tewas di Aiq Kalak Gunung Rinjani

oleh -53 views

LOMBOK UTARA, SR (09/11/16)

Pendaki warga negara asing (WNA) asal Malaysia ditemukan tewas di Permandian Air Panas Aiq Kalak Gunung Rinjani, Selasa (8/11) siang sekitar pukul 13.00 Wita. Informasi ini diterima Basarnas Kantor SAR Mataram Mataram menerima laporan dari Gusti Kepala Resor TNGR (Taman Nasional Gunung Rinjani), yang menyebutkan satu WNA mengalami kecelakaan. Menindaklanjuti laporan tersebut, Kepala Sub Seksi Operasi SAR Kantor SAR Mataram Lalu Wahyu Effendi, S. Sos selaku PH (Pelaksana Harian) Kakansar Mataram, memerintahkan satu Tim Rescue menuju lokasi kejadian untuk memberikan bantuan SAR.

Saat ini tim bersama potensi SAR terkait sedang melakukan pendakian menuju lokasi kejadian. Untuk mencapai lokasi diperkirakan membutuhkan waktu 8 jam pendakian dari pintu masuk melalui jalur Desa Senaru, Kecamatan Bayan-Lombok Utara. Proses evakuasi akan dilakukan dengan cara estafet, karena sebelum kejadian ini dilaporkan dari pihak TO (Tracking Organizer) telah mengirim bantuan Porter ke lokaksi kejadian. Evakuasi direncanakan akan melalui jalur Senaru.

Berdasarkan release resmi dari Balai TNGR, korban atas nama Ng Yin Teck  (24) laki-laki, asal Malaysia ini tiba di Danau Segara Anak Gunung Rinjani, Selasa (8/11) kemarin sekitar pukul 12.00 Wita. Sekitar pukul 12.40 Wita korban bersama temannya mandi di kawasan pemandian air panas Aiq Kalak Gunung Rinjani. Korban kemudian menyelam dan tidak muncul lagi ke permukaan air. Teman korban langsung meminta bantuan kepada para porter dan guide yang merupakan satu group dengan mereka untuk melakukan pencarian namun korban tidak dapat ditemukan. Sekitar pukul 18.00 Wita jenazah korban ditemukan mengapung dengan sendirinya di sekitar lokasi kejadian.

Baca Juga  BNN Bagi Takjil Gratis Sambil Sosialisasi “Stop Narkoba” di Jalan Raya

Pihak TNGR juga mengklarifikasi bahwa saat ini jalur pendakian Gunung Rinjani sedang ditutup dari beberapa pekan sehubungan dengan status erupsi Gunung Anak Barujari yang belum diturunkan levelnya. TNGR menduga pendaki ini naik melalui jalur ilegal (tidak resmi).

Data sementara yang telah dihimpun oleh TNGR pendakian korban bersama temannya Julian Boll ini, difasilitasi oleh Suhardi (46) salah satu TO asal Desa Senaru Kecamatan Bayan. Sementara Anan (30) sebagai pemandu dan Amak Bayan (38) sebagai Porter.⁠(NA/SR) ⁠⁠

 

No More Posts Available.

No more pages to load.