PBVSI Dompu Dituding Lecehkan Sumbawa

oleh -11 views
Ketua PBVSI Sumbawa, Hamzah

Atlit Volly Sumbawa Terlantar dan Terusir dari Hotel

SUMBAWA BESAR, SR (05/11/2016)

Persatuan Bola Volly Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Dompu dinilai melecehkan Sumbawa khususnya tim volley yang bertanding di Dompu dalam rangka memperebutkan Piala Bupati Dompu dan Piala Gubernur NTB, belum lama ini. Atlit volley Sumbawa terlantar dan terusir dari hotel tempatnya menginap. Panitia dan PBVSI setempat lepas tangan. Padahal di dalam undangan menyatakan jika akomodasi dan transportasi local para atlit termasuk atlit volley Sumbawa ditanggung sepenuhnya oleh panitia dan PBVSI Dompu. “Kami sangat kecewa, ini pelecehan dan sangat tidak bertanggung jawab,” tuding Hamzah—Ketua PBVSI Kabupaten Sumbawa kepada SAMAWAREA, Sabtu (5/11).

Hamzah menuturkan, sebelum peristiwa memalukan itu, Sumbawa mengutus dua tim volley ke Dompu untuk memenuhi undangan PBVSI di sana. Dalam undangan tercantum bahwa seluruh akomodasi dan transportasi local para atlit volley dari berbagai daerah yang diundang ditanggung sepenuhnya panitia dan PBVSI Dompu. Kebetulan Sumbawa menginap di Hotel Adhyaksa 2. Saat sudah tiga malam berada di hotel, mereka didatangi pihak hotel meminta agar seluruh kamar yang ditempati atlit Sumbawa dikosongkan. Pihak hotel beralasan kalau panitia belum membayarnya dan tidak ingin terulang kasus setahun lalu yang saat itu panitia tidak membayar uang penginapan hotel. Namun ketika itu para atlit Sumbawa bertahan untuk menginap di hotel itu karena urusan tersebut adalah tanggung jawab panitia. Keesokan harinya pihak hotel datang lagi, bahkan teguran lebih keras. Pihak hotel memberikan ultimatum selama satu jam kepada atlit Sumbawa untuk meninggalkan hotel. Karena malu, para atlit pun angkat koper. “Saya kebetulan di Sumbawa dan menerima pengaduan dari para atlit. Saat itu juga saya menghubungi Ketua PBVSI,” aku Hamzah.

Baca Juga  Atlet Muaythai Sumbawa Raih 11 Medali di Kejurda NTB

Beberapa kali dihubungi, Ketua PBVSI Dompu tidak meresponnya. Ketika di SMS barulah dijawab dengan mengarahkan persoalan itu ke Sekretarisnya. Demikian juga Sekretarisnya beberapa kali dihubungi juga tidak diangkat. Karena loss komunikasi dan tidak ada solusi, Hamzah pun memerintahkan para atlit vollynya untuk pulang, padahal saat itu Sumbawa masuk semi final untuk berebut ke final. “Sungguh sangat disesalkan, panitia tidak becus dan memalukan,” tudingnya.

Karena ‘pulang paksa’ lanjut Hamzah, Sumbawa akhirnya ditetapkan menjadi juara keempat dengan hadiah uang tunai Rp 5,5 juta. Sayangnya, hadiah tersebut sampai sekarang belum diberikan panitia. Hasil komunikasinya dengan Sekretaris PBVSI Dompu, Hanafi, jika benar hadiah itu ada. Saat itu Hanafi berjanji akan segera mengirimkannya. “Saya sudah mengirim nomor rekening katanya hari itu mau dikirim, tapi sampai sekarang nol koma kosong. Benar-benar kami dipermainkan oleh PBVSI Dompu,” tukasnya.

Karenanya Ia telah mengirim SMS (pesan singkat) via telepon seluler kepada Ketua PBVSI Dompu, jika dalam jangka waktu satu minggu belum juga mengirimkan hadiah, PBVSI Sumbawa akan bersurat ke Bupati Dompu dan Gubernur NTB. Apabila masih juga tidak direspon, terpaksa akan menempuh jalur hukum.

Sementara itu Sekretaris PBVSI Dompu, Hanafi yang dikonfirmasi siang tadi, membantah tidak bertanggung jawab terhadap peristiwa yang dialami atlit volly Sumbawa. Ia mengaku saat menerima informasi terusirnya atlit Sumbawa dari hotel, langsung disikapi dengan mengundang afficial volley Sumbawa. Undangan itu untuk menjelaskan bahwa ada kesalahan tekhnis soal penginapan. Namun atlit Sumbawa langsung minggat.

Baca Juga  L'Etape Mandalika Lombok 2022 Diikuti 1.308 Peserta

Ketika ditanya soal sikap PBVSI yang enggan mengangkat telepon saat dihubungi, dan mengenai hadiah yang sampai sekarang belum diberikan ? tiba-tiba komunikasi terputus. Saat dihubungi kembali berkali-kali, meski nyambung namun Sekretaris PBVSI ini tidak lagi mengangkat telepon. (JEN/SR)

No More Posts Available.

No more pages to load.