Besok, Kasus Pembunuhan Bayi Nayla Direkonstruksi

oleh -32 views
Olah TKP Kematian Bayi Nayla

SUMBAWA BESAR, SR (04/11/2016)

Penyidik Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa akan menggelar rekonstruksi kasus dugaan pembunuhan Nayla Ramadhani—bayi berumur 2 tahun 4 bulan yang diduga dilakukan calon ayah tirinya, belum lama ini. Reka ulang itu direncanakan dilaksanakan, Sabtu (5/11) besok.

Kapolres Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim, AKP Yusuf Tauziri SIK, Kamis (3/11) kemarin, mengatakan, rekonstruksi itu untuk memperjelas hasil pemeriksaan saksi-saksi maupun tersangka sesuai yang disampaikan di dalam berita acara pemeriksaan (BAP). Rekonstruksi itu nantinya ada dua versi, yaitu versi saksi yang menguatkan adanya dugaan penganiayaan terhadap Nayla, dan versi tersangka yang menyangkal semua tuduhan tersebut. “Melalui rekonstruksi ini kami ingin memberikan keyakinan kepada jaksa penuntut umum terkait perbuatan yang disangkakan kepada tersangka, SY termasuk keterangan saksi yang betul-betul melihat dengan jelas perbuatan yang dilakukan tersangka,” kata Bang Yusta—akrab perwira yang sebentar lagi menyandang jabatan baru sebagai Kabag Ops Polres Sumbawa.

Kasat Reskrim AKP Yusuf Tauziri SIK pimpin Gelar Perkara kasus kematian Nayla, belum lama ini
Kasat Reskrim AKP Yusuf Tauziri SIK pimpin Gelar Perkara kasus kematian Nayla, belum lama ini

Rencananya olah TKP itu akan dilaksanakan langsung di TKP, tepatnya kediaman korban atau tersangka, di Dusun Empan, Desa Labuan Badas, Kecamatan Badas. Tentunya pengamanan di lokasi harus diperketat karena sebelumnya warga setempat sudah terlanjur marah dengan perbuatan tersangka bukan hanya dugaan pembunuhan tapi juga tinggal serumah dengan ibu kandung korban, SL, tanpa adanya ikatan perkawinan. “Untuk pengamanan kami akan koordinasikan dengan Kasat Sabhara,” akunya.

Baca Juga  Penumpang Bus "Rasa Sayang" Meninggal Dalam Perjalanan Kayangan-Tano

SY—calon ayah tiri korban ditetapkan sebagai tersangka setelah polisi mengantongi sejumlah saksi dan diperkuat dengan alat bukti berupa visum dokter. Sebelumnya tersangka bersama NL—ibu kandung korban mengamankan diri di Polres Sumbawa sejak 26 September lalu. Keduanya dievakuasi petugas Babhinkamtibmas karena khawatir dihakimi massa. Pasalnya, warga menduga kuat sepasang kekasih yang sudah tinggal serumah di Dusun Empan, Desa Badas, Kecamatan Badas tersebut, membunuh Nayla. Kematian Nayla dinilai tidak wajar. Indikasinya, SY dan NL memakamkan jasad Nayla di Batu Gong—jauh dari tempat tinggalnya. Beberapa hari sebelum kematian Nayla, beberapa saksi pernah melihat korban dianiaya dengan cara dicekik. Kecurigaan semakin kuat setelah polisi mengantongi hasil visum dokter yang menyebutkan terdapat lebam di bagian dada korban diduga akibat benda tumpul. (JEN/SR)

No More Posts Available.

No more pages to load.