Gelar Presean, IKLS Hibur Masyarakat Selama 10 Hari

oleh -8 views
Ketua IKLS, L. Budi Suryata SP dan Dandim 1607 Sumbawa, Letkol ARM Sumanto S.Sos

SUMBAWA BESAR, SR (30/10/2016)

Dalam 10 hari ke depan, masyarakat Kota Sumbawa akan terhibur. Sebab Ikatan Keluarga Lombok Sumbawa (IKLS) akan menggelar Presean. Presean merupakan seni beladiri tradisi masyarakat Sasak dengan menggunakan rotan sebagai senjata dan perisai berbentuk persegi empat terbuat dari kulit rusa atau kulit sapi sebagai pelindung. Keterampilan ini diregenerasikan secara alami oleh masyarakat Sasak sebagai sebuah permainan rakyat kemudian berkembang dalam bentuk event pertandingan.

Ketua IKLS, L. Budi Suryata SP dan Dandim 1607 Sumbawa, Letkol ARM Sumanto S.Sos, 'saling hajar'
Ketua IKLS, L. Budi Suryata SP dan Dandim 1607 Sumbawa, Letkol ARM Sumanto S.Sos, ‘saling hajar’

Ketua Ikatan Keluarga Lombok Sumbawa (IKLS), Lalu Budi Suryata SP yang ditemui kemarin, mengatakan, Presean ini akan berlangsung di Lapangan Makodim 1607 Sumbawa. Presean yang biasa disebut Karaci ini telah menjadi tradisi turun-temurun dalam masyarakat Sasak. Permainan ini mengadu keterampilan beladiri dengan kemampuan permainan tongkat rotan dengan target utama mengenai kepala lawan. Permainan dikatakan selesai manakala ada di antara sepasang petarung dapat memukul lawan di bagian kepala sampai meneteskan darah. Perisaian ini biasanya dilaksanakan dengan maksud untuk memohon hujan. Petarungan tersebut juga dipimpin oleh seorang wasit serta pembantu wasit dari masing–masing kubu, yang diiringi musik tradisional Sasak. Uniknya, ketika salah satu dari petarung terkena pukulan rotan di bagian kepala dan mengeluarkan darah, para penonton akan berteriak meminta air berkali-kali. Teriakan tersebut bermakna agar air segera diturunkan oleh sang maha pencipta ke bumi. Wasit dapat menghentikan pertandingan, apabila kondisi salah satu pemain sudah nampak sangat lemah, atau alat perisaian terlepas sebanyak tiga kali. Selain itu salah satu pemain menyerah, dan busana pemain terlepas. Budi berharap, kegiatan Perisaian ini dapat dimasukkan ke dalam salah satu event Festival Moyo di tahun mendatang. Ini sebagai bentuk keragaman berbudaya yang ada di Tana Samawa. “Semoga budaya Sasak ini dapat terus dilestarikan,” pintanya. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb
Baca Juga  Titik Acuan Batas Sumbawa-KSB Disepakati

No More Posts Available.

No more pages to load.