Akhirnya Calon Ayah Tiri Nayla Jadi Tersangka

oleh -10 views
Olah TKP Kematian Bayi Nayla

Kematian Bayi Tak Berdosa itu Dinilai Tak Wajar

SUMBAWA BESAR, SR (29/10/2016)

Penyelidikan polisi atas kematian Nayla Ramadhani—bayi berumur 2 tahun empat bulan, akhirnya membuahkan hasil. Dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi dan diperkuat dengan alat bukti berupa visum dokter, penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa menetapkan SY (40) calon ayah tiri Nayla, sebagai tersangka, Sabtu (29/10) sore tadi. Hari itu juga kekasih ibu kandung Nayla yang sudah memiliki dua orang istri tersebut resmi ditahan. “Ya, kami sudah tetapkan tersangka dan langsung ditahan,” kata Kasat Reskrim setempat, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Yusuf Tauziri SIK yang dikonfirmasi SAMAWAREA, tadi malam.

Sedangkan ibu kandung korban berinisial NL, ungkap Bang Yusta—akrab Kasat Reskrim ramah ini disapa, berstatus saksi. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) dan Dinas Sosial untuk melakukan konseling dan pendampingan bagi NL.

Dijelaskan Bang Yusta, sebelumnya SY bersama NL—ibu kandung Nayla,  mengamankan diri di Polres Sumbawa sejak 26 September lalu. Keduanya dievakuasi petugas Babhinkamtibmas karena khawatir dihakimi massa. Pasalnya, warga menduga kuat sepasang kekasih yang sudah tinggal serumah di Dusun Empan, Desa Badas, Kecamatan Badas tersebut, membunuh Nayla. Kematian Nayla dinilai tidak wajar. Indikasinya, SY dan NL memakamkan jasad Nayla di Batu Gong—jauh dari tempat tinggalnya. Beberapa hari sebelum kematian Nayla, beberapa saksi pernah melihat korban dianiaya dengan cara dicekik. Kecurigaan semakin kuat setelah polisi mengantongi hasil visum dokter yang menyebutkan terdapat lebam di bagian dada korban diduga akibat benda tumpul.

Baca Juga  Tahanan Pemesan Sambal Narkoba Terancam Hukuman Berlipat
Kasat Reskrim AKP Yusuf Tauziri SIK pimpin Gelar Perkara kasus kematian Nayla, belum lama ini
Kasat Reskrim AKP Yusuf Tauziri SIK pimpin Gelar Perkara kasus kematian Nayla, belum lama ini

Sepasang kekasih itu sempat dimintai keterangan. Kecurigaan warga jika Nayla mati dibunuh dibantah keduanya. Sedangkan luka lebam sebagaimana hasil visum dokter, diakui akibat korban terjatuh dari kamar mandi. Pihaknya tidak percaya begitu saja. Bang Yusta mengaku langsung memimpin olah TKP. Dari turun lapangan ini polisi mendapat informasi dan petunjuk baru. Informasi ini menyebutkan jika SY—kekasih NL, ternyata memiliki dua orang istri yang diceraikannya. Sementara NL juga masih berstatus sebagai isteri siri dari seorang lelaki lain. Dari perkawinannya ini, lahir Nayla—bocah berumur 2,4 tahun yang belum lama ini meninggal dunia. Belakangan NL yang meninggalkan suami sirinya di Denpasar, tinggal di rumah SY di Dusun Kanar Desa Labuan Badas Kecamatan Badas, Sumbawa. SY dan NL berencana menikah dan tengah mengurus persyaratan pernikahannya. Sedangkan petunjuk baru, sambung Bang Yusta, yaitu adanya keterangan saksi lainnya. Masyarakat sudah mulai terbuka dan bersedia memberikan kesaksian. Kesaksian ini menguatkan keterangan saksi sebelumnya bahwa pernah melihat SY mencekik dan menganiaya korban. Hasil olah TKP, visum, dan keterangan saksi digelar. Terungkap jika ada peristiwa pidana dalam kematian Nayla. “Setelah kami kembali melakukan pemeriksaan terhadap SY dan NL, Sabtu sore tadi, kami langsung menetapkan SY sebagai tersangka dan resmi ditahan,” demikian Bang Yusta.

Seperti diberitakan SAMAWAREA, Nayla meninggal dunia pada 26 September lalu, lantaran mengalami kejang dan mulutnya berbusa. Bocah malang itu sempat dilarikan ke Puskesmas. Kondisinya tergolong parah, sehingga pihak puskesmas merujuk korban ke RSUD Sumbawa. Belum sempat ditangani secara maksimal, bocah tak berdosa ini menghembuskan napas terakhir. Jasad Nayla kemudian dikebumikan di wilayah Batu Gong, yang jauh dari tempat pemakaman umum di Dusun Empan tempat tinggalnya. Hal inilah yang memunculkan kecurigaan warga setempat yang nyaris menghakimi pasangan kekasih itu.

Baca Juga  Belum Terbukti Narkoba, Oknum Bidan Wajib Lapor

Mantan Kadus Empan, Zakariah yang ditemui mengaku bahwa SY telah lebih dari setahun menetap di Dusun Empan, namun tidak pernah melaporkan diri atas keberadaannya. Karena itu Ia tidak mengetahui persis situasi SY. Dia hanya mengetahui awalnya SY mengerjakan rumpon di Pantai Empan, lalu menjadi sopir ekspedisi. Zakaria juga mengakui jika istri pertama SY sempat datang ke Empan lalu membawa kedua anaknya berangkat ke Bali. Setelah itu, SY hidup bersama wanita lain yang dinikahinya secara siri. Pernikahan itu tidak berlangsung lama, karena wanita sirinya tersebut kabur. Sedangkan tinggal bersama dengan NL—ibu kandung korban, tidak terlalu lama hingga akhirnya terjadinya kasus ini.

Tetangga korban AM dan NR—sepasang suami istri mengaku sebelum kejadian Nayla sempat lari ke rumahnya. Pasangan suami istri ini terkejut melihat leher korban merah seperti bekas kuku, pipinya bekas gigitan dan bekas api rokok. Belum lama berada di rumahnya, SY memanggil bocah malang tersebut. Saksi lainnya berinisial DV, mengaku saat sedang makan siang bersama suaminya, secara tak sengaja matanya tertuju pada jendela kaca belakang rumah SY. Saksi ini melihat korban Nayla diangkat dengan sebelah tangan seperti dicekik lalu tubuh korban ditempelkan di tembok. DV kaget lalu mendatangi kediaman SY untuk menanyakan prihal tersebut. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.