Ribuan Muslim NTB Gelar Aksi Akbar Bela Islam

oleh -40 views

MATARAM, SR (28/10/2016)

Gelombang aksi unjuk rasa terkait penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok terus berlangsung di seluruh penjuru tanah air. Tak ketinggalan, ribuan massa dari berbagai organisasi masyarakat (ormas) Islam di Nusa Tenggara Barat (NTB) mendatangi Mapolda NTB, Jum’at (28/10/16), menuntut pihak kepolisian agar segera menyeret Ahok ke penjara. Massa berjumlah sekitar 8000 orang yang tergabung dalam Aliansi Umat Islam (AUI) NTB ini melakukan longmarch dari Islamic Center (IC) menuju Kantor Polda NTB untuk menuntut penuntasan proses hukum atas dugaan penistaan agama/Al-Qur’an oleh Ahok saat pidato di Kepulauan Seribu yang dinilai telah menghina Alquran dan ulama.

Sebelum perjalanan dimulai, tepatnya di IC massa aksi bela Islam dari AUI yang menggunakan pakaian jubah putih diterima dan dilepas secara resmi oleh Wakil Gubernur NTB, H Muh Amin, SH., MSi. Turut hadir, Sekda NTB, Kapolda NTB serta para ulama di NTB.

demo-umat-muslim-2Wagub meminta kepada massa AUI untuk tetap tertib selama melakukan aksi unjuk rasa tanpa harus bersikap anarkisme. Sebab, pada dasarnya NTB sudah cukup dikenal dengan memperioritaskan sikap harmonis serta cinta damai. “Saya harap tidak perlu ada sikap anarkis. Karena kita semua adalah satu dan NTB adalah kita. Terlebih lagi, kita masyarakat NTB semua bersaudara dan cinta akan damai,” kata H Muh Amin di sela-sela pelepasan massa aksi.

Baca Juga  Giliran PPTK Dana Kapitasi Diperiksa Jaksa

Harapan tersebut disambut baik oleh seluruh massa AUI NTB dengan serentak menyatakan bahwa aksi akan dilangsungkan secara baik, tertib, mengutamakan kebersihan dan kebersamaan tanpa ada sikap anarkisme.

Usai mendengar pernyataan tersebut, ribuan pasukan putih ini berjalan dengan tertib ke Mapolda NTB menggunakan tali sebagai pembatas sekaligus tanda tertib dengan menyanyikan yel-yel “Gantung Ahok, Gantung Ahok, Gantung Ahok Secepatnya”.

Untuk diketahui, bahwa ada lima tuntutan AUI NTB yang disampaikan dihadapan Wakil Gubernur NTB Muhammad dan Kapolda NTB Brigjen Umar Septono. Pertama, AUI NTB mendukung dan mengawal penuh fatwa MUI terkait penistaan agama.

Kedua, muslim NTB menuntut presiden Jokowi bersikap adil dan tidak melakukan intervensi. Ketiga, muslim NTB mengutuk bentuk penistaan agama apapun.Empat, mendorong pihak berwajib untuk memenjarakan Ahok paling lambat 3 November. Lima, apabila sampai 3 November, Ahok belum ditangkap, mereka akan terus menggelar aksi dengan massa lebih besar. (NA/SR)

No More Posts Available.

No more pages to load.