Ditembak, Tiga WNI Asal Sumbawa Dimakamkan di Malaysia

oleh -13 views

SUMBAWA BESAR, SR (28/10/2016)

Jenazah tiga Warga Negara Indonesia (WNI) asal Sumbawa yang tewas tertembak polisi Diraja Malaysia, tidak dipulangkan ke kampung halamannya. Jasad ketiganya yang cukup lama disemayamkan di salah satu rumah sakit Malaysia dimakamkan di negeri jiran tersebut. Pemakaman ini sesuai dengan permintaan keluarga.

Hal ini diakui Kabid Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Sumbawa, Zainal Arifin, M.Si. Kepada SAMAWAREA, Jumat (28/10), Ipin—akrab pejabat ini disapa, mengaku baru saja pulang dari Malaysia mendampingi keluarga korban untuk mengidentifikasi sekaligus menghadiri pemakaman. ’Hari Minggu lalu kami mendampingi keluarga ke Malaysia. Baru saja saya tiba kemarin,” ujar Ipin.

Setelah dilakukan identifikasi ternyata benar ketiganya adalah jenazah warga Sumbawa. Mereka adalah Burhanuddin (Bados) warga Desa Tarusa, Irwan Hidayat dari Desa Juru Mapin dan Firmansyah warga Desa Kalabeso, Kecamatan Buer. Selaku pendamping keluarga dari Pemkab Sumbawa, dia sudah memberikan penjelasaan kepada kepolisian setempat. Hasilnya, dilakukan sidang pelepasan jenazah pada Rabu (26/10) lalu. Dengan adanya sidang pelepasan ini, artinya sudah tidak ada persoalan terkait jenazah tersebut.

Kemudian, pihak keluarga meminta agar proses pemakaman untuk dilakukan negeri itu dengan segera. Mengingat, proses kematian ketiganya hingga saat ini sudah cukup lama. Ini karena prosesnya yang cukup berbelit-belit apabila jenazah hendak dipulangkan.

Diungkapkan, sebelumnya jenazah ketiganya di semayamkan di Rumah Sakit Tuan Jafar, Serambi, Negeri Sembilan, Malaysia. Aparat kepolisian setempat juga cukup protektif terkait proses pengurusan jenazah ini. Akhirnya, pihaknya meminta bantuan perwakilan atase kepolisian di Malaysia untuk membantu pengurusan jenazah ketiganya. Akhirnya, proses pengurusan jenazahnya bisa diselesaikan.

Baca Juga  Kapolda NTB Mendapatkan Gelar Penjaga Adat Sembalun

Rencananya, kemarin ketiga jenazah dimakamkan di Malaysia. Segala sesuatu terkait pemakamannya akan diurus oleh KBRI Malaysia dan KJRI di Johor. Mereka juga sudah mengontak biro khusus muslim untuk pemakaman. Nantinya akan dikirimkan foto dan alamat pemakaman. “Dengan tuntasnya proses itu, kami menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada semua pihak yang sudah membantu. Terutama pemda yang sudah membantu menyelesaikan persoalan keluarganya. Termasuk BP3TKI, Kemenlu, KBRI di Malaysia dan KJRI di Johor,” ucapnya.

Disinggung penyebab kematian mereka, Arifin mengatakan, ketiganya memang tewas tertembak. Mereka ditembak oleh Polisi Diraja Malaysia karena melakukan tindak pidana. Saat dilakukan pengejaran oleh polisi, ketiganya sempat melawan menggunakan senjata api. Sempat terjadi aksi saling tembak antara mereka dengan polisi. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya senjata api di tangan mereka. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.