Dikbudpora Kumpulkan Seluruh Kepala SD dan SMP

oleh -5 views

SUMBAWA BARAT, SR (27/10/2016)

Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menggelar pertemuan silaturrahim dengan seluruh kepala sekolah tingkat SD dan SMP. Pertemuan ini dilakukan dalam rangka memberikan pemahaman dan pembekalan tentang pengelolaan keuangan daerah dan pengelolaan aset yang menyebar di satuan pendidikan baik SD dan SMP. Arahan mengenai hal ini disampaikan langsung Kajari Sumbawa, Paryono SH MH selaku lembaga penuntut yang melakukan pelanggaran, dan Wakil Bupati KSB, Fud Syaifuddin ST selaku pimpinan daerah di ruang Dikbudpora KSB, Kamis (27/10).

Kadis Dikbudpora KSB, Drs Mukhlis mengatakan pertemuan ini sebagai wadah silaturrahmi guna pembekalan dan pemahaman tentang tata kelola keuangan dan tertib administrasi di setiap sekolah terutama tentang Standar Pelayanan Minimum ( SPM). Bupati dan Wakil Bupati KSB ungkap Mukhlis, sangat berkomitmen ingin menuntaskan masalah SPM di Tahun 2017.

Mukhlis juga menyebutkan, jumlah lembaga SD dan MI mencapai 103 dan yang sudah SPM 89 sekolah. Sedangkan yang belum SPM 14 Sekolah dan angka capaiannya sudah 87%. Sisa 13% akan menjadi PR di Tahun 2017 nanti. Kurangnya 13 persen ini seperti ruang guru di sekolah. Sedangkan untuk SMP dan MTs dari 41 satuan pendidikan yang sudah SPM ada 33 sekolah, yang belum 8 sekolah.

mutasi-tk-ksb-2Di tempat yang sama Kajari Sumbawa, Paryono SH MH menyatakan pihaknya lebih mengedepan upaya pencegahan dan melakukan kerjasama dengan pemerintah daerah untuk mengawal pembangunan bukan penindakan. Kajari mengaku jajarannya sering melakukan sosialisasi terkait keberadaan TP4D. TP4D ini terbuka untuk siapapun dan bisa dimanfaatkan untuk berkonsultasi hukum.

Baca Juga  Eks Pimpinan DPRD Masih Kuasai Mobil Dinas

Sementara Wakil Bupati KSB, Fud Syaifuddin ST menyampaikan terima kasih kepada jajaran kejaksaan melalui TP4D yang telah membuka ruang selebar-lebarnya bagi pembangunan di KSB. TP4D dapat dimanfaatkan untuk berkonsultasi jika menemui kendala terhadap pelaksanaan program di lapangan.

Di bagian lain Fud mengingatkan kepada seluruh kepala sekolah yang menjadi Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan yang akan mempertanggung-jawabkan seluruh keuangan tersebut untuk berhati-hati. Kepala sekolah tidak boleh acuh tak acuh terhadap anak buahnya baik dalam penggadaan barang yang dilakukan bendahara barang, atau kepada bendahara keuangan.

“Tugas kepala sekolah selaku KPA sangat berat sehingga membutuhkan Keikhlasan, kejujuran dan sungguh sungguh. Kalau hanya sekedar nampang doang lebih baik mengundurkan diri sebelum terjerat. Makanya saya undang khusus Kajari sebagai persiapan kalian menghadapi tugas tanbahan tersebut, karna kalian adalah ujung tombak kami di dunia pendidikan. Kami tidak ingin mencap KSB sebagai daerah korupsi. (HEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.