Petani KSB Gigit Jari, Bantuan Bibit Jagung Dipangkas Pusat

oleh -7 views
Kepala Dinas Pariwisata KSB, IGB Subawanto

SUMBAWA BARAT, SR (26/10/2016)

Tampaknya upaya khusus (Upsus) jagung di Kabupaten Sumbawa Barat Tahun 2016 ini akan mengalami penurunan. Pasalnya pmerintah pusat memangkas anggaran untuk bantuan jagung di sejumlah daerah termasuk KSB. Padahal untuk jagung, KSB sudah menunjukkan kenaikan angka jumlah luas tanam petani setiap tahunnya. Pada tahun 2014, Pemda menargetkan petani bisa menanam jangung 5.500 hektar, 2015 tembus angka 10.000 hektar dan Tahun 2016 KSB menargetkannya sangat tinggi yaitu 26.000 hektar menyusul adanya program percetakan sawah baru.

Ditemui SAMAWAREA, Selasa (25/10) kemarin, Kepala Dinas Kehutanan Perkebunan dan Pertanian (Dishutbuntan) KSB, IGB Subawanto mengakui tidak adanya bantuan bibit jagung pada Tahun 2016 ini. “Anggaran untuk itu yang dialokasikan melalui APBN-P, sudah dipangkas pemerintah pusat,” kata Subawanto.

Ia mengakui pada tahun ini target tanaman jagung sangat besar menyusul adanya perluasan lahan. Apalagi petani sangat antusias menyambut program dimaksud. Beberapa petani telah mendatangi pihaknya berharap ada bantuan bibit jagung. Pihaknya hanya bisa memberikan jawaban jika bantuan itu akan dialokasikan tahun depan.

Dijelaskannya, untuk pengajuan jumlah lahan siap tanam jagung sudah diserahkan sebanyak 26.000 hektar, dan akan terealisasi pada Tahun 2017. Tendernya dilakukan awal tahun atau Januari 2017, selanjutnya Februari sudah bisa menanam bertepatan dengan musim panen. “Kita hanya bisa andalkan di Tahun 2017 di musim tanam kedua. Tapi di tanam kedua kita cukup ketakutan dengan cuaca yang tidak menentu ini apakan ada air atau tidak. Dan kami pesimis target 26.000 hektar cukup sulit dicapai oleh petani,” ujarnya.

Baca Juga  Perbankan Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Subawanto menyesalkan adanya pemangkasan anggaran bantuan jagung. Jika pemangkasan ini diketahui sebelumnya, tentu akan dianggarkan melalui APBDP KSB, agar terus menjaga semangat petani untuk menanam jagung. “Saat ini harga jagung cukup tinggi sampai 4.000 per kilonya. Jika dikalkulasikan dengan hasil rata-rata per hektar 6 ton, petani sudah bisa mengantongi uang 26 juta rupiah,” demikian Subawanto. (HEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.