Kejaksaan Digedor Massa, Minta Pembunuh Agus Dihukum Mati

oleh -21 views
Demo di Kejaksaan Negeri Sumbawa

SUMBAWA BESAR, SR (26/10/2016)

Puluhan massa yang tergabung dalam Front Persatuan Warga Mande Kelurahan Bugis di Kantor Kejaksaan Negeri Sumbawa, Rabu (26/10) siang tadi. Mereka menggelar aksi terkait kasus pembunuhan Agus Widodo warga setempat beberapa yang bulan lalu. Aksi yang dikawal ketat aparat kepolisian Polres Sumbawa ini nyaris ricuh. Pasalnya massa aksi yang tertahan di depan gerbang kantor kejaksaan, memaksa masuk menemui Kajari Sumbawa. Mengingat gerbang terkunci dan diblokade aparat mereka memaksa agar Kajari Sumbawa yang menemui mereka. Karena tidak satupun pejabat kejaksaan yang datang menghampiri, massa berusaha merangsek sehingga terjadi aksi saling dorong yang nyaris merobohkan pintu gerbang dan tembok kejaksaan. Pemandangan tersebut tidak berlangsung lama setelah Kasat Sabhara IPTU Mathias datang menemui para pendemo untuk bernegosiasi. Akhirnya gerbang yang sebelumnya terkunci dibuka menyusul kedatangan Kasi Intel Erwin Indra Praja SH MH, Kasi Pidum Feddy Hantyo Nugroho SH dan Kasi Pidsus Agung Raka SH menemui massa aksi untuk mendengarkan aspirasi mereka. Dalam orasinya, massa menyesalkan penanganan kasus pembunuhan Agus Widodo. Hal ini terlihat dari putusan hukum terhadap dua orang pelaku yang masih di bawah umur yang dinilai sangat rendah. Seharusnya kedua pelaku dituntut dan diputus dengan hukuman maksimal yakni 7 tahun penjara, bukan 3,5 tahun sebagaimana vonis hakim belum lama ini. “Sesuai pasal 351 ayat 3 KUHP, pelaku pembunuhan di bawah umur harusnya dihukum minimal 7 tahun dan minimal 9 tahun jika dijerat pasal 170 KUHP,” teriak salah seorang orator.

Baca Juga  Pedagang Dirampok di Gang Karang Goreng

Rendahnya hukuman terhadap kedua pelaku itu menurut massa, karena aparat penegak hukum dinilai tidak professional dalam menangani perkara serta tidak sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang berlaku. Terlebih lagi selama proses persidangan, pihak keluarga korban tidak pernah diinformasikan.

Di bagian lain massa menuntut aparat penegak hukum untuk memberikan hukuman seberat-beratnya kepada pelaku dewasa yaitu minimal seumur hidup dan maksimal hukuman mati. Sebab menurut mereka, para pelaku telah melakukan pembunuhan berencana. Massa juga mendesak aparat kepolisian untuk segera menangkap tiga pelaku lainnya yang masih buron. Apabila tuntutan tersebut tidak dipenuhi, massa mengancam akan melakukan gerakan secara masif.

Aksi massa berlanjut ke Kantor Pengadilan Negeri Sumbawa
Aksi massa berlanjut ke Kantor Pengadilan Negeri Sumbawa

Menanggapi hal itu, Kepala Seksi Intelijen Kejari Sumbawa, Erwin Indrapraja SH., MH mengatakan bahwa penanganan yang dilakukan pihak kejaksaan berdasarkan hasil penyidikan pihak kepolisian yang tertuang di dalam berkas acara pemeriksaan. Dia juga meluruskan bahwa ancaman pasal 351 ayat 3 yang menjerat pelaku di bawah umur ancamannya bukan minimal tujuh tahun, tetapi maksimal tujuh tahun. Dalam penanganan tersebut, pihaknya tetap mengacu pada undang-undang peradilan anak. ‘’Untuk anak-anak putusannya setengah dari putusan untuk orang dewasa,” ujar Erwin.

Dalam kasus ini, perkaranya dibagi menjadi dua. Yakni untuk perkara anak-anak dan dewasa. Untuk terdakwa anak-anak sendiri sudah ada putusan dari majelis hakim. Sebelumnya, dua pelaku anak ini dituntut dengan empat tahun penjara. Namun, majelis hakim menjatuhkan putusan selama tiga tahun enam bulan penjara. Dalam proses hukumnya juga sudah melalui SOP yang ada. Sementara untuk terdakwa yang dewasa, saat ini sidangnya masih dalam proses pemeriksaan saksi. Prosesnya masih belum mencapai agenda tuntutan terdakwa. Dalam KUHAP, pihaknya juga tidak memiliki kewenangan untuk menghadirkan pihak keluarga korban. Sebab, pihaknya hanya memiliki kewenangan untuk menghadirkan saksi. ‘’Itu aturan sesuai KUHP dan KUHAP sebagai acuan kita dalam melaksanakan persidangan,” terangnya.

Baca Juga  IRT yang Ditikam Suami Meninggal Dunia

Erwin meminta massa aksi tidak khawatir sebab pihaknya tetap melaksanakan tugas secara profesional menangani perkara ini. Kepada massa aksi diminta untuk tidak khawatir. Sebab, kejaksaan, kepolisian dan pengadilan merupakan tangan kanan dari korban. Artinya, pihaknya menyampaikan aspirasi dari korban sesuai dengan ketentuan undang-undang. Setelah mendapat penjelasan, massa merasa puas lalu meninggalkan kantor kejaksaan melanjutkan aksi yang sama di Kantor Pengadilan Negeri Sumbawa.

Seperti diberitakan, Agus Widodo (24) tewas mengenaskan. Warga yang tinggal di Jalan Kerato, Kampung Mande, Kelurahan Bugis ini menemui ajal akibat ditebas sekelompok orang di sebuah warung kopi depan kantor PLN Area Sumbawa, 3 April sekitar pukul 00.30 Wita. Korban sempat dilarikan ke RSUD Sumbawa untuk mendapat perawatan medis. Namun luka menganga di sekujur tubuhnya membuat dokter dan para perawat tak mampu berbuat banyak. Penyelidikan polisi berhasil mengidentifikasi para pelaku yang kemudian satu per satu ditangkap. Kini tinggal tiga orang yang masih buron dan dalam pencarian. (JEN/SR)

No More Posts Available.

No more pages to load.