Penyerang Pos Polisi di Tangerang Kelompok JAD

oleh -9 views

SUMBAWA BESAR, SR (24/10/2016)

Pihak kepolisian berhasil dari mana asal kelompok pelaku penyerangan Pos Polisi Cikokol, Kota Tangerang yang menyebabkan beberapa anggota polisi terluka. Sementara pelaku berinisial SA tewas kehabisan darah setelah kedua pahanya dilumpuhkan timah panas.

Kepala Kepolisian RI (Kapolri), Jenderal Polisi, H.M. Tito Karnavian mengatakan, SA merupakan bagian dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD). SA adalah orang yang baru direkrut dari kelompok di Ciamis. Dulu, pengikut kelompok tersebut adalah organisasi Al Jamaah Islamiyah. Setelah organisasi itu pecah, sebagian mengikuti Tauhid Waljihad pimpinan Abdul Rahman, sebagian masih tetap konsisten terhadap Al Jamaah Islamiyah.

SA diketahui masuk dalam kelompok JAD yang merupakan supporting utama ISIS di Indonesia. Kasus pengeboman di kawasan Thamrin, Solo dan Gereja di Medan beberapa waktu lalu diduga merupakan perbuatan kelompok Jamaah Ansharut Daulah. Kebetulan kedua kakak dari SA adalah anggota polisi. ‘’Artinya yang perlu diwaspadai ternyata ideology ini tidak mengenal batasan, termasuk menyasar keluarga polisi,” ujar kapolri saat berkunjung ke Sumbawa, Sabtu (22/10) lalu.

Kapolri mengungkapkan, saat ini pelaku SA sudah meninggal dunia. Menurut informasi yang diperolehnya SA meninggal karena kehabisan darah. Sementara tiga orang anggota polisi yang menjadi korban penyerangan kondisinya sudah membaik. Kapolsek Tangerang terkena tusukan di bagian dadanya. Namun tidak mengenai jantung atau paru-paru. ‘’Sudah saya jenguk. Alhamdulillah, walaupun lukanya cukup dalam namun tidak ada masalah,” imbuhnya.

Baca Juga  Ratusan Personil Dikerahkan Amankan Pelantikan Kades Terpilih

Seperti diberitakan, Pos Polisi di kawasan Yupentek, Cikokol, Tangerang Kota diserang oleh seseorang, Kamis (20/10) lalu. Kejadian bermula saat Kapolsek Tangerang, Kompol. Efendi bersama dua anggota polisi lainnya, yakni IPTU Bambang dan Bripka Sukardi berada di pos tersebut. Tiba-tiba SA menyerang dengan membabi buta menggunakan senjata tajam.

Setelah melakukan penyerangan, SA dapat dilumpuhkan dengan ditembak sebanyak tiga kali di bagian pahanya. Setelah dilumpuhkan, SA dilarikan ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Kompol Efendi juga langsung dilarikan ke RS Siloam karena mendapat luka tusuk di bagian dadanya. IPTU Bambang dilarikan ke RSUD Tangerang karena luka tusuk di dada dan punggung bagian kiri. Sementara Bripka Sukardi mengalami luka di punggung dan lengan kanannya. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.