Newmont Diminta Bangun Smelter di Dekat Lokasi Operasi

oleh -5 views
Wakil Bupati Fud Syaifuddin ST saat bersama Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, Anggota DPR RI Dr Zulkieflimansyah beserta Presdir dan Komisaris PT AMNT

SUMBAWA BESAR, SR (24/10/2016)

Perusahaan pertambangan yang beroperasi di Indonesia harus membangun smelter (pabrik pengolahan) di dalam negeri. Hal ini  sesuai Undang-Undang Mineral dan Batu Bara (Minerba) Tahun 2009. Salah satu perusahaan tambang tersebut adalah PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT). Perusahaan yang kini beroperasi di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) juga diharuskan membangun smelter. Harapan ini juga yang disuarakan masyarakat di daerah tempat perusahaan itu beroperasi. PTNNT diharapkan membangun smelter di daerah penghasil agar dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat dan daerah setempat terutama dalam hal penyerapan tenaga kerja. Menko bersama rombongan dalam kunjungannya ke Kabupaten Sumbawa menyempatkan diri melihat dari dekat operasional PTNNT di Batu Hijau. Saat tiba di sana, Menko Luhut disambut Wakil Bupati KSB, Fud Syaifuddin ST. Menteri sempat berdiskusi singkat tentang persoalan daerah salah satunya soal pembangunan Smelter di daerah penghasil.

Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan didampingi Anggota DPR RI Dr. H. Zulkieflimansyah SE M.Sc dan Komisaris Utama PT Medco Energi, Muhammad Luthfi, yang dicegat SAMAWAREA usai berdikusi dengan Bupati Sumbawa beserta jajarannya, Senin (24/10), menyatakan keharusan perusahaan tambang pembangunan smelter, karena tidak diperkenankan material tambang keluar tanpa diolah di dalam negeri.

Menko Luhut bersama Wakil Bupati KSB dan Ketua DPRD KSB
Menko Luhut bersama Wakil Bupati KSB, Komisaris Utama PT Medco, dan Presdir PTNNT (Foto: Fud Syaifuddin)

Ia mengaku sudah turun ke Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) tepatnya di lokasi pertambangan PT Newmont. Perusahaan itu mengaku siap membangun smelter. Untuk lokasi pembangunan smelter, ungkap Luhut—akrab Menko disapa, akan ditentukan perusahaan tersebut, asalkan dekat dengan lokasi dimana tempatnya beroperasi saat ini. Kemudian, dalam membangun smelter harus diikuti juga dengan pembangunan pabrik pupuk. Sebab salah satu turunan dari hasil pengolahan konsentrat dalam smelter ini adalah asam sulfat.

Baca Juga  Survey OMI Memenangkan Zul-Rohmi Cermin Harapan Rakyat NTB

Ditanya kapan smelter itu dibangun, Komisaris Utama PT Medco Energi, Muhammad Luthfi selaku pihak yang membeli PTNNT, yang ditemui terpisah, mengaku belum memutuskannya. Sebab perusahaannya belum menerima ‘kunci’ sebagai pemilik PTNNT, mengingat transaksinya akan dilaksanakan Rabu (26/10) lusa. “Nantilah kita lihat,” ujar mantan Menteri Perdagangan ini saat ditanya apakah smelter dibangun paling lambat tahun 2017. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.