Kunjungi Sumbawa, Kapolri Ngaku Diperintah Prof Din

oleh -12 views

SUMBAWA BESAR, SR (22/10/2016)

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Drs. M. Tito Karnavian, MA., Ph.D, berkunjung ke Ponpes Dea Malela, Desa Pemangong, Kecamatan Lenangguar. Orang nomor satu di jajaran Polri ini datang bersama rombongan di antaranya Kepala Divisi Humas Polri, Irjen. Pol. Drs. Boy Rafli Amar. Kapolri yang tiba di Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin III, Sabtu (22/10) sekitar pukul 10.00 Wita, disambut hangat Kapolda NTB, Brigjend Pol Umar Septono, Wakil Bupati Sumbawa Drs H Mahmud Abdullah, dan Kapolres Sumbawa AKBP Muhammad SIK beserta jajarannya. Kapolri langsung meluncur ke Ponpes Dea Malela melalui jalur darat dan di sana disambut Prof. Dr. H. Din Syamsuddin selaku pendiri.

kapolri-di-dea-malela-1Di Ponpes internasional ini, Kapolri berdialog dengan tokoh lintas agama, suku dan etnis dari kabupaten/kota di Pulau Sumbawa. Selain itu memberikan motivasi kepada para santri setempat. Setelah dari Dea Malela, Jenderal lulusan terbaik AKABRI Tahun 1987 ini memberikan kuliah umum di Universitas Samawa (UNSA). Didampingi Rektor UNSA, Prof. Dr. Syaifuddin Iskandar M.Pd dan Prof Dr. Din Syamsuddin, Kapolri memaparkan tentang “Strategi Penanganan Kamtibmas dan Peran Kampus” di Gedung Sribonyo UNSA.

Dalam kesempatan itu Kapolri mengaku sudah lama berkeinginan ke Kabupaten Sumbawa, NTB. Berkat perintah Prof Din Syamsuddin, ungkap Kapolri, keinginannya untuk melihat Tana Intan Bulaeng ini terwujud. “Ini kunjungan saya pertamakalinya ke Sumbawa setelah beberapa kali sempat tertunda,” kata Kapolri.

Baca Juga  TGB Ajak Organda Dorong Pembangunan Daerah
Kapolri disambut Rektor UNSA Prof Dr. Syaifuddin Iskandar M.Pd
Kapolri disambut Rektor UNSA Prof Dr. Syaifuddin Iskandar M.Pd

Ia mengaku sangat takjub setelah melihat Ponpes Dea Malela, dan kondisi alam Sumbawa. Dengan perkembangan pendidikan yang luar biasa ini diharapkan akan menjadi kiblat pengetahuan di Indonesia bagian timur. Ini adalah potensi yang mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Sebab dengan sumber daya alam (SDA) yang berlimpah dan dikelola oleh sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, kesejahteraan dan kemakmuran menjadi sebuah keniscayaan. “Ketika kesejahteraan terwujud, kriminalitas akan menurun, dan keamanan dan kondusifitas daerah akan tercipta,” pungkasnya. (JEN/SR)

No More Posts Available.

No more pages to load.