Kapolri Sorot Penyelundupan Bibit Lobster di Sumbawa

oleh -9 views
Kapolri, Jend. Pol. Drs. M. Tito Karnavian, MA., Ph.D

SUMBAWA BESAR, SR (22/10/2016)

Maraknya penyelundupan bibit lobster di wilayah hukum Polda NTB menjadi perhatian Kapolri Jend. Pol. Drs. M. Tito Karnavian, MA., Ph.D. Sebab persoalan bibit lobster tersebut menjadi persoalan dunia. Sebab hasil penyelundupan tersebut dikelola oleh negara luar. Salah satunya Vietnam. Hal ini dikemukakan Jenderal Tito—sapaan singkat Kapolri saat memberikan kuliah umum di Universitas Samawa (UNSA), Sabtu (22/10).

Dikatakan Kapolri, Vietnam menjadi negara pengeksport lobster terbesar di dunia, padahal tidak memiliki lobster. Sebagian lobster itu diperoleh dari Indonesia yang sebagian besarnya berasal NTB khususnya Sumbawa. Harganya pun sangat menggiurkan sehingga masyarakat pesisir terutama nelayan lebih tertarik menangkap dan menjual bibit lobster. Harganya untuk kisaran Lombok NTB mencapai Rp 30 ribu/ekor bibit, lalu dijual ke Surabaya Rp 80 ribu/ekor dan di Vietnam harganya Rp 300—400 ribu per ekor bibit. Dalam satu kaleng harga bibit lobster bisa mencapai miliyaran rupiah. Dengan harga jual yang menggiurkan ini, banyak dari masyarakat yang melakukan cara-cara illegal dengan menyelundupkan bibit lobster. Terbukti dengan adanya penangkapan sejumlah nelayan tangkap di wilayah hukum Polda NTB.

Menurut Kapolri, penegakan hukum tidak menyelesaikan masalah. Sebab akar persoalan penyelundupan lobster ini berkaitan dengan masalah kesejahteraan. Meski ditangkap saat ini dan dipenjarakan, saat bebas dia akan kembali mengulangi lagi perbuatannya. Ini karena penangkapan bibit lobster merupakan mata pencahariannya. Untuk itu harus ada solusi lain yang bisa meretas permasalahan ini, tentunya peran pemerintah daerah dalam menangani persoalan rakyatnya tersebut.

Baca Juga  Paslon Kepala Daerah di NTB Perlu Berhemat

Seperti diberitakan SAMAWAREA, jajaran Polres Sumbawa dan Polres Sumbawa Barat beberapa kali berhasil menangkap penyelundup bibit lobster. Semua pelaku yang tertangkap mengaku bibit lobster itu berasal dari perairan Labangka dan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa. Selain itu mereka juga mengaku penyelundupan tersebut dilakukan untuk mengatasi persoalan ekonomi keluarga. (JEN/SR)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.