Kapolri Minta UNSA Berperan Selesaikan Masalah Kamtibmas

oleh -3 views
Rektor UNSA saat menyambut kehadiran Kapolri dan Prof Din Syamsuddin

SUMBAWA BESAR, SR (22/10/2016)

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Drs. M. Tito Karnavian, MA., Ph.D, mengatakan, Kamtibmas harus dijaga bersama-sama dalam rangka menjaga Indonesia yang lebih baik. Segala permasalahan yang berpontensi terjadinya gangguan keamanan harus bisa dicegah dan diredam dengan menyelesaikan segala persoalan melalui cara-cara damai, diplomasi dan elegan sebagai bangsa yang beradab dalam demokrasi.

Jenderal Tito—akrab Kapolri disapa, mengatakan bahwa keamanan sama dengan kesehatan. Betapa mahalnya sehat ketika sedang sakit, dan betapa mahalnya keamanan saat sedang konflik. Kesehatan perlu dirawat dan dijaga sebelum diobati. Demikian dengan keamanan, tidak datang tiba-toba harus dirawat dan ada proses yang dilalui. “Keamanan ini yang harus kita rawat, jaga dan cegah jangan sampai terjadi konflik horizontal yang menimbulkan korban. Sebab konflik tanpa korban penyelesaiannya sangat mudah, tapi jika ada korban penyelesaikan sangat sulit dan lebih komplek,” kata Jenderal Tito dalam kuliah umumnya kepada mahasiswa dan civitas akademika Universitas Samawa (UNSA) tentang “Strategi Penanganan Kamtibmas dan Peran Kampus” selama satu jam di Gedung Sribonyo UNSA, Sabtu (22/10) sore tadi.

Kapolri, Jend. Pol. Tito Karnavian saat memberikan kuliah umum di UNSA
Kapolri, Jend. Pol. Tito Karnavian saat memberikan kuliah umum di UNSA

Kalangan kampus seperti UNSA, ungkap Kapolri Tito, adalah elemen yang sangat strategis dalam menjaga keamanan. Kampus dapat memberikan sumbangan konstribusi positif dengan kemauan intelektualnya menyelesaikan permasalahan Kamtibmas melalui cara-cara yang beradab. Menyadari hal itu, Polri akan melakukan kerjasama atau MoU dengan kampus-kampus di seluruh Indonesia termasuk UNSA untuk bersama-sama memperbaiki dan meningkatkan stabilitas Kamtibmas salah satunya melalui kegiatan penelitian mencari solusi permasalahan dengan pendekatan ilmiah. Pasalnya kampus adalah kalangan intelektual dan rasional yang berpikir logis, tidak mudah diajak dan diprovokasi ke arah yang negative. “Mulai hari ini, saya instruksikan kepada seluruh Kapolda dan Kapolres untuk menjalin kerjasama dengan kalangan kampus. Kampus adalah mitra kita yang punya pengaruh besar di masa yang akan datang. Saya kira banyak yang akan kita dapat dengan memanfaatkan potensi intelektual dari kampus,” tandasnya.

Baca Juga  Polisi Periksa PPK Proyek Lapak PKL
Rektor UNSA, Prof Dr Syaifuddin Iskandar M.Pd bersama Kapolri
Rektor UNSA, Prof Dr Syaifuddin Iskandar M.Pd bersama Kapolri

Sebelumnya Rektor UNSA, Prof. Dr. Syaifuddin Iskandar M.Pd menyatakan bahwa UNSA ikut mendukung program Polri yang kongkret. Paling tidak secara internal kampus harus bebas ancaman dari luar kampus. Seperti antisipasi paham radikalisme, peredaran narkoba dan seks bebas. Kerjasama yang terbangun antara Polri dan kampus terutama UNSA dinilai sangat penting. Sebab kampus menjadi sangat strategis untuk basis segala macam gerakan. Untuk itu, Polri diharapkan mampu mengelaborasikan strategi mengantisipasi semua gejala-gejala tersebut.

Ia berharap Kapolri merespon dan menindaklanjutinya di tingkat Polda atau Polres. Misalnya dalam bidang riset bersama melibatkan kampus dalam rangka pemetaan potensi konflik dan paham radikal. Hal ini mengingat sejarah kelam, bahwa Sumbawa pernah terjadi konflik antar golongan. “Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Kapolri yang telah berkesempatan hadir di sini, tentunya dengan harapan ada manfaat besar yang dirasakan kampus maupun jajaran Polri itu sendiri,” pungkasnya. (JEN/SR)

No More Posts Available.

No more pages to load.