Sobaruddin SH: Aksi Klien Saya Hanya Spontanitas

oleh -11 views
Sobaruddin SH, Kuasa Hukum Tersangka Kades Penyaring

SUMBAWA BESAR, SR (18/10/2016)

Pengacara Tersangka, Sobaruddin SH mengatakan, bahwa peristiwa kaburnya TS—tersangka PNPM Lunyuk yang merupakan kliennya ini tidak ada unsur kesengajaan dan tidak direncanakan. Itu dilakukan secara spontanitas. Kepada SAMAWAREA di Kantor Kejaksaan Negeri Sumbawa, Selasa (18/10), Sobar—akrab pengacara ramah ini disapa, menuturkan, awalnya tersangka diperiksa dan situasi masih berjalan normal. Tersangka tampak tenang dan sempat keluar ruangan untuk merokok. Selanjutnya tersangka diarahkan ke ruang Kasi Pidum untuk menandatangani BAP, termasuk dia juga selaku kuasa hukum ikut menandatangani. Setelah itu Kasi Pidsus, Agung Raka SH menyampaikan bahwa berdasarkan konsultasi dengan Kajari dan tim, tersangka akan ditahan guna mempermudah proses penyidikan. Mendengar hal itu, tersangka mulai kalang kabut dan wajahnya pucat pasi. Kepada Kasi Pidsus, tersangka meminta agar dia tidak ditahan pada hari ini karena harus menemui istri dan anaknya. Tapi permintaan itu ditolak Kasi Pidsus seraya bangkit dari duduk dan keluar ruangan. “Saya menyarankan agar TS (tersangka) menghubungi istrinya yang berada di Mataram via telepon. Memang sempat dihubungi tapi tidak diangkat,” kata Sobar.

Tersangka langsung bangkit dari duduknya, lalu keluar ruangan sambil menempelkan HP di telinganya sepertinya menghubungi seseorang. Sobar mengaku sempat memanggilnya untuk masuk ke dalam agar tidak menjadi perhatian wartawan. Tapi kliennya ini tak menggubris lalu berjalan cepat menuju halaman kantor kejaksaan. Merasa curiga, Sobar memanggil Isa Anshori—jaksa setempat agar mengejar tersangka. Ternyata benar, tersangka kabur.

Baca Juga  28 Tim Bersaing di Lomba Marching Band Adhyaksa Cup II

Sobar menyatakan sangat menyesali tindakan tersangka. Karena ulahnya itu membuatnya diperlakukan secara tidak patut. Selain itu aksi kliennya ini akan menjadi pertimbangan kejaksaan untuk mengabulkan penangguhan penahanan jika sewaktu-waktu diajukan pihak keluarga dan pengacara. “Tapi jika memang ada permintaan tetap kami ajukan, dikabulkan atau tidak, itu kewenangan kejaksaan,” ujarnya. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD