3 Tersangka Embung Sebewe dan 2 Kapal Perintis, Tunggu Giliran

oleh -7 views
Kajari Sumbawa, Paryono SH MH

Setelah Tersangka PNPM Lunyuk Ditahan Jaksa

SUMBAWA BESAR, SR (18/10/2016)

Setelah tersangka PNPM Lunyuk resmi ditahan, Selasa (17/10) sore tadi, beberapa tersangka kasus lainnya menunggu giliran yang sama. Pasalnya masih ada dua kasus lagi yang tidak lama lagi akan dituntaskan pihak Kejaksaan Negeri Sumbawa. Dari dua kasus ini, kejaksaan sudah menetapkan sejumlah tersangka. Kejaksaan juga memastikan kedua kasus tersebut harus tuntas November 2016 mendatang.

Kajari Sumbawa, Paryono SH MH yang dikonfirmasi SAMAWAREA, Selasa (18/10), menyebutkan dua kasus yang belum tuntas ini adalah kasus Kapal Perintis Dishubkominfo Sumbawa, dan Embung Sebewe. Untuk kasus penyimpangan pengadaan Kapal Perintis, ungkap Paryono—akrab Kajari disapa, Kejaksaan telah menetapkan dua orang tersangka yakni WY mantan kadishub yang saat itu bertindak sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan AR sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Kasus ini mencuat setelah terungkap kejanggalan dari kondisi fisik kapal yang diperuntukan sebagai sarana transportasi laut warga Pulau Moyo dan Pulau Medang. Setelah ditelusuri ternyata dua kapal ini adalah kapal bekas yang dibeli dari seorang nelayan Pulau Kaung dan kapal hasil pelelangan Amanwana Resort. Untuk mengelabui masyarakat, kapal itu dicat sehingga terlihat baru. Namun tidak sampai sebulan, kapal tersebut tidak bisa digunakan karena mengalami kerusakan. Hasil audit investigasi Tim BPKP terungkap kerugian negara yang ditimbulkan proyek Tahun 2009 ini mencapai Rp 244 juta.

Baca Juga  Tolak Tenggak Miras, Kost Dirusak

Kemudian kasus Embung Sebewe telah ditetapkan tiga orang tersangka yaitu SL (Pengawas Lapangan), SM (Kuasa Direktur), dan LM (Direktur CV Ngadek Jaya) selaku rekanan. Kejaksaan juga sudah mengantongi hasil perhitungan BPKP yang mencatat kerugian negara mencapai Rp 1,6 miliar. Embung Sebewe ini dibangun pada 2009 lalu menggunakan anggaran APBD Sumbawa. Belum berumur sebulan, embung itu sudah jebol akibat diterjang banjir. Kerusakan embung yang masih dalam masa pemeliharaan itu dinyatakan gagal konstruksi. “Untuk Kapal Perintis sudah ada keterangan saksi ahli, sedangkan Embung Sebewe belum ada tapi sudah ada kesepakatan dengan BPKP untuk memberikan keterangan dalam waktu dekat,” tandas Paryono—akrab Kajari disapa. (JEN/SR)

No More Posts Available.

No more pages to load.