IGI Gelar Workshop KTI, Upaya Membangun Budaya Menulis

oleh -23 views

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN DINAS DIKBUDPORA SUMBAWA BARAT

SUMBAWA BARAT, SR (18/10/2016)

Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H.W. Musyafirin MM membuka secara resmi Workshop Karya Tulis Ilmiah (KTI), dengan tema “Membangun Budaya Literasi Melalui Penulisan dan Lomba KTI (PTK, Jurnal, Best Practices), Senin (17/10). Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Sidang 2 Setda KSB ini merupakan inisiasi Ikatan Guru Indonesia (IGI) Sumbawa Barat.

Ketua Panitia Pelaksana, Surya Jaya ST dalam laporannya, mengatakan bahwa Workshop KTI ini merupakan kegiatan ketiga yang dilaksanakan IGI sejak organisasi tersebut dikukuhkan di Sumbawa Barat pada 3 September 2016 lalu. Sebelumnya IGI menggelar Seminar Nasional Literasi Berbasis Teknologi Informatika diisi perwakilan Samsung yang dihadiri sekitar 550 peserta, dan Workshop Membuat Aplikasi Pembelajaran Berbasis Android.

Menurutnya, salah satu visi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2025 adalah menghasilkan insan Indonesia yang cerdas dan kompetitif baik spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan kinestetik. Guru menjadi salah satu kunci keberhasilan dan urat nadi pendidikan Indonesia. Karenanya, IGI  Sumbawa Barat berkomitmen dengan ikhlas, jujur, dan bersungguh-sungguh untuk melaksanakan peningkatan kapasitas dan profesionalisme di tanah Pariri Lema Bariri ini.

Bupati KSB dalam arahannya sangat mengapresiasi kegiatan yang diusung IGI. Literasi itu adalah kemampuan membaca dan menulis, dan guru harus memahaminya untuk diajarkan ke murid-muridnya guna membangun proses belajar secara benar. Bupati juga menyerukan agar guru dan semua pihak rajin membaca, karena akan berbanding lurus dengan kemampuan menulis. Bupati men-share pengalamannya ketika menjadi juara membuat karya tulis sejak SMP hingga mahasiswa. Ia berpesan agar dapat menyisihkan waktu menulis untuk bisa memahami setiap wacana yang berkembang. Dalam kesempatan itu, Bupati mengingatkan agar dengan banyaknya wadah atau wahana organisasi menjadi suatu kemajuan. “Berbeda organisasi bukan masalah, asal saling mendukung dengan tujuan yang lebih baik,” pungkasnya. (HEN/SR)

bankntb DPRD DPRD
Baca Juga  Lompatan Kreativitas Guru Dalam Pandemi Covid-19