BPPT Monitoring Alat Air Siap Minum di Rusunawa UTS

oleh -8 views
Rektor UTS, Dr. Andy Tirta dan Ir. Wahyu Widayat, M.Si dari BPPT

Siap Bantu SMK Al Kahfi

SUMBAWA BESAR, SR (16/10/2016)

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) kembali melakukan kunjungan ke Rumah Susun Mahasiswa (Rusunawa) Universitas Teknologi Sumbawa. Kunjungan tim BPPT yang diwakili Ir. Wahyu Widayat, M.Si, dan Imam Setiadi, S.Kom tersebut berkaitan dengan peninjauan hasil pemberian alat air siap minum (Arsinum) oleh BPPT pada April 2016 lalu dan perencanaan alat arsinum SMK Al-Khafi. Secara detail, kunjungan empat hari yang langsung dari 11–14 Oktober 2016 ini, BPPT akan melaksanakan beberapa kegiatan, di antaranya menyempurnakan system proses arsinum dengan pemasangan pipe U reduksi getaran, monitoring pengelolaan Arsinum, pelatihan troubleshooting peralatan Arsinum, survei detail kebutuhan air bersih di SMK Al-Khafi, dan penyusunan proposal pemilihan teknologi pengolahan air bersih SMK Al-Khafi.

Saat ini alat Arsinum tersebut dikelola oleh mahasiswa yang bertempat tinggal di Rusunawa UTS sehingga perlu diberikan pelatihan dari pihak BPPT guna pemahaman lebih lanjut mengenai tatacara perawatan dan penanganan alat jika terjadi masalah. Alasannya, agar alat ini dapat dimanfaatkan dalam waktu jangka panjang untuk mengatasi kebutuhan air bersih bagi mahasiswa Rusunawa. “Alat Arsinum ini harus dirawat dengan baik. Salah satu tolok ukur kelayakan komponen alat adalah sampling air minum hasil arsinum,” kata Ir. Wahyu Widayat, M.Si—perwakilan BPPT.

Untuk bantuan alat Arsinum di SMK Al Kahfi, Wahyu mengaku akan melakukan survey kualitas dan sumber air. Bantuan itu akan diberikan dalam waktu dekat mengingat pesantren sebagai  salah satu bentuk pendidikan mandiri menjadi salah satu sasaran untuk pemberian alat arsinum ini. Alat arsinum senilai Rp 250 juta per-unit ini diharapkan bisa dimanfaatkan tidak hanya untuk memenuhi keperluan air bersih tetapi bisa menciptakan nilai ekonomis bagi penggunanya. “Kami berharap pada penggunaan dan pemanfaatan arsinum, tidak hanya untuk dikonsumsi melainkan bisa bernilai ekonomis. Sebab melalui pengelolaan air baku melalui Arsinum bisa menghasilkan produk air siap minum dalam kemasan,” ungkapnya.

Baca Juga  HUT Pramuka, Wagub Pesan Agar Tetap Produktif

Selain itu sambung Wahyu, Arsinum ini juga bisa menjadi media pendidikan bagi mahasiswa dan santri, sebagai media transfer teknologi. Sebab Arsinum merupakan bentuk teknologi sederhana yang bisa dipelajari, dioperasikan, dan dilogikakan oleh mahasiswa maupun santri. (Humas UTS/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.