Bupati Tantang Kadis Peternakan Kembalikan Kejayaan Kerbau Sumbawa

oleh -42 views

SUMBAWA BESAR, SR (15/10/2016)

Kerbau merupakan ikon Kabupaten Sumbawa. Ikon ini tercetus karena kejayaan Sumbawa di bidang peternakan terutama kerbau yang telah diakui dunia. Selain saat itu populasinya meningkat, Sumbawa pernah menjadi eksportir kerbau untuk Hongkong dan Singapura. Sumbawa juga mendapat gelar sebagai gudang ternak dan sumber pembibitan nasional. Namun lambat laun ikon dan predikat itu kian memudar akibat menurunnya pertumbuhan kerbau setiap tahunnya. Jika kondisi ini dibiarkan, ikon yang dibanggakan ini bakal menjadi monumental.

Hal itu membuat Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril B.Sc, prihatin. Karena itu Bupati meminta Kadis Peternakan, Ir Talifuddin M.Si yang baru dilantik, dapat mengembalikan kejayaan masa silam tersebut. Selain itu Bupati memberikan tantangan bagaimana cara Kadis Peternakan menjadikan Sumbawa sebagai Bumi Sejuta Kerbau (BSK) tanpa mengganggu program Bumi Sejuta Sapi (BSS) nya provinsi. “Ini harus menjadi perhatian serius. Bagaimana pun cara dan formula yang akan dilakukan, kami akan dukung sepenuhnya,” kata Bupati saat membuka Lomba Barapan Kebo di Persawahan Desa Tengah, Kecamatan Utan, Sabtu (15/10).

barapan-kebo-talif-1Meski demikian perkembangan peternakan di Kabupaten Sumbawa dinilai Bupati masih cukup bagus, baik dari aspek perkembangan populasi yang masih terkendali maupun peningkatan produksi dan produktivitas ternaknya. Untuk itu iktiar serta upaya yang akan dan terus dilakukan adalah bagaimana populasi, produksi dan produktivitas ternak kerbau terus meningkat.

Di bagian lain, Bupati sangat mendukung pelaksanaan Barapan Kebo, selain sebagai upaya melestarikan budaya atau tradisi Sumbawa, juga untuk membangkitkan kembali minat masyarakat memelihara kerbau. Tapi selama ini perlakuan barapan kebo berbeda dengan Maen Jaran yang memiliki arena permanen yang setiap tahunnya digunakan untuk menggelar event. Sementara Barapan Kebo tidak memiliki tempat khusus. Ketika ingin menggelar event menggunakan sawah masyarakat yang berkenan untuk dijadikan lokasi perlombaan. Bupati meminta agar pengurus Barapan Kebo dapat mengusulkan pengadaan lahan untuk dijadikan arena lomba paling tidak satu di dalam kota dan beberapa lainnya di kecamatan. Dengan adanya arena permanen, event ini dapat dilaksanakan secara rutin minimal dalam 2 atau 3 bulan. “Silakan cari lahan, kami dari pemerintah siap memberikan support,” tandasnya.

Baca Juga  Hj. Niken Lantik Pengurus Dekranasda Kabupaten Lombok Barat

Sementara Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Sumbawa, Ir. Talifuddin M.Si menyatakan akan berupaya untuk meraih kembali kejayaan kerbau Sumbawa pada masa silam sebagai salah satu komoditi ternak yang dapat berdaya saing dan memberikan konstribusi positif dalam peningkatan kesejahteraan. Ia mengakui, populasi ternak kerbau Sumbawa dalam beberapa tahun belakangan ini mengalami penurunan, rata-rata pertumbuhannya setiap tahun minus 3-4 persen. Penurunan pertumbuhan ini ungkap Talif—akrab pejabat ini disapa, Sabtu (15/10), karena berbagai sebab. Di antaranya, adanya pergeseran budaya beternak dari ternak kerbau ke ternak sapi, sehingga pertumbuhan sapi dalam tiga tahun terakhir naik 6,28 persen. Berkurangnya pemanfaatan kerbau sebagai sarana ternak kerja (membajak sawah). Kemudian kebutuhan pasar akan ternak kerbau bergeser oleh pasar daging sapi khususnya adanya impor daging sapi. Selain itu lahan berupa LAR—ladang penggembalaan sebagai habitat utama ternak kerbau yang mulai tergradasi oleh fungsi lahan pertanian dan tanaman pangan lainnya.

Kadis Peternakan Sumbawa, Ir. Talifuddin M.Si
Kadis Peternakan Sumbawa, Ir. Talifuddin M.Si

Namun demikian ungkap mantan Kadis Pertanian ini, dalam kurun 2 tahun terakhir penurunan tersebut dapat ditekan menjadi minus 2 persen dengan melakukan pendekatan dan langkah strategis. Yaitu, meningkatkan dan mengoptimalkan fungsi keberadaan UPTD Pembibitan Kerbau Sumbawa di Kecamatan Maronge dan bahkan ke depannya akan dioptimalkan sebagai pusat riset ternak kerbayu Sumbawa nasional dan internasional. Mengoptimalkan fungsi koordinasi dalam mengatur tata niaga dan lalulintas ternak termasuk ternak kerbau Sumbawa. Mencegah pemotongan ternak betina produktif, dan pencegahan atau pengendalian penyakit ternak.

Baca Juga  Rusak Parah, Pemprov Gerak Cepat Perbaiki Jalan Pusuk

Program lainnya, lanjut Talif, revitalisasi dan optimalisasi pemanfaatan LAR sebagai kearifan local. Contohnya, LAR Kuang Bira, LAR Limung, LAR Badi, dan LAR Ai Ampuk, serta terus membangun sentra atau kawasan baru peternakan baik untuk kawasan breeding (pembibitan ternak) ataupun kawasan fattening (penggemukan). Melakukan pengkajian dan kerjasama secara berkesinambungan dengan perguruan tinggi dan lembaga pengkajian lainnya. Terakhir, menerapkan Pola SPR (Sentra Peternakan Rakyat) ternak kerbau, integrasi ternak tanaman, pola kawasan, kampung ternak, kampung IB dan lainnya.

Upaya lain dalam meningkatkan pertumbuhan ternak kerbau, adalah menggelar berbagai event. Seperti yang dilaksanakan dalam memeriahkan Festival Moyo 2016, yaitu Barapan Kebo,  Festival Kebo Belamung dan Kontes Ternak. Dengan berbagai event dan sosialisasi serta kampanye positif terhadap ternak kerbau, akan tumbuh dan berkembangnya kembali minat masyarakat untuk memelihara kerbau. “Sebagai pejabat baru di Dinas Peternakan, kami beserta jajaran akan berjuang sekuat tenaga untuk kejayaan ternak kerbau Sumbawa dan peternakan Sumbawa secara luas,” pungkasnya. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD