420 Pasang Kerbau Meriahkan Lomba Barapan Kebo Fesmo 2016

oleh -29 views
Barapan Kebo

Para Pejabat Sumbawa Turun Gelanggang Uji Nyali

SUMBAWA BESAR, SR (15/10/2016)

Sebanyak 420 pasang kerbau dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) pada Lomba Barapan Kebo di lokasi persawahan Desa Tengah, Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa. Jumlah peserta pada kegiatan dalam rangkaian Festival Moyo (Fesmo) 2016 yang digelar selama dua hari, 15—16 Oktober ini terbilang yang terbesar sepanjang sejarah pelaksanaan event serupa di daerah ini. Pada acara yang dibuka secara resmi oleh Bupati Sumbawa, Sabtu (15/10) pagi tadi, para pejabat di daerah ini turun gelanggang. Mereka adalah Kapolres Sumbawa AKBP Muhammad SIK, Kajari Paryono SH MH, Dandim 1607 Letkol ARM Sumanto S.Sos, Pimpinan DPRD Sumbawa H Ilham Mustami S.Ag dan Kamaluddin ST M.Si, Kadis Peternakan Ir. Talifuddin M.Si dan Anggota DPRD Berlian Rayes S.Ag M.Si. Ikut menyaksikan mantan Dirjen Peternakan yang kini Guru Besar IPB, Prof. Dr. Muladmo, M.SA serta para pimpinan SPKD di Kabupaten Sumbawa.

barapan-kebo-utan

Dari sejumlah pejabat yang adu nyali tersebut, Kajari adalah pendatang baru dan pertamakali uji nyali menjadi sprinter (penunggang) kebo barapan. Meski demikian Kajari mampu menyelesaikan ambisinya dari start hingga garis finish tanpa terjatuh dan berkubang. Penampilan sempurna diperlihatkan Kapolres yang berhasil menguasai sepasang kerbaunya hingga mampu menyentuh “saka” yang terpasang di garis finish. “Saka” yang merupakan kayu yang ditancapkan merupakan symbol keberhasilan dan kegagalan. Tersentuh berarti berhasil, tidak tersentuh berarti gagal. Keberhasilan juga ditunjukkan H Ilham Mustami. Pimpinan DPRD yang juga Ketua Barapan Kebo ini sudah tidak asing dengan permainan tersebut. Bahkan keahlian Sekretaris DPC Hanura Sumbawa ini sudah di tingkat mahir. Bagaimana dengan Letkol Sumanto, Kamaluddin, Ir Talifuddin dan Berlian Rayes ? keempat pejabat ini gagal mencapai finish karena terhempas di dalam lumpur. Namun demikian suasana berlangsung ceria.

Baca Juga  Kado Istimewa untuk Penyandang Disabilitas dan Lansia di HUT Bhayangkara ke-73

Dalam laporannya, Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Sumbawa, Ir. Talifuddin M.Si, mengatakan, tujuan kegiatan ini di antaranya untuk melestarikan budaya dan adat istiadat tau Samawa. Selain itu menggali, mengembangkan dan memperkenalkan budaya dan adat istiadat tau dan tana Samawa serta mempromosikan destinasi atau obyek wisata Sumbawa yang tidak kalah menarik dan mempesona.

Kapolres Sumbawa beraksi
Kapolres Sumbawa beraksi
Tampil memukau Kapolres dan Kajari jadi idola "dadara Samawa"
Tampil memukau Kapolres dan Kajari jadi idola “dadara Samawa”

Diakui Talif—akrab mantan Kadis Pertanian ini disapa, jumlah peserta Barapan Kebo saat ini terbanyak dari kegiatan sebelumnya. Hal ini membuktikan bahwa minat dan kegemaran masyarakat Sumbawa terhadap budaya Barapan Kebo dari waktu ke waktu menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Sebelum Barapan Kebo dilaksanakan, berbagai kegiatan terkait peternakan juga sudah digelar. Seperti Festival Kebo Belamung di Kecamatan Empang. Festival ini dimaksudkan untuk mengapresiasi peternak kerbau sekaligus mengidentifikasi keunggulan beternak kerbau dengan potensi dan nilai jual yang tidak kalah dari ternak lainnya. Pihaknya juga menggelar Kontes Ternak, sebagai upaya pemerintah untuk meningkatkan dan mengembalikan kejayaan kerbau Sumbawa sebagai salah satu komoditi ternak yang dapat berdaya saing dan memberikan konstribusi positif dalam peningkatan kesejahteraan. “Dapat dikatakan bahwa ternak kerbau sangat potensial untuk dipromosikan dari berbagai aspek khususnya aspek budaya dan ekonomi,” imbuhnya.

Inilah para petarung Sumbawa
Inilah para petarung Sumbawa, minus Dandim 1607 Sumbawa

Sementara Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril, B.Sc saat membuka kegiatan itu, mengatakan, Barapan Kebo merupakan tradisi atau budaya masyarakat Sumbawa yang sudah lama tumbuh dan berkembang. Tradisi ini dilaksanakan sebagai wujud terima kasih dan rasa syukurmasyarakat Sumbawa setelah panen atau waktu masuknya musim tanam. Lebih jauh dikatakan Bupati, kehidupan masyarakat Sumbawa sebenarnya sangat erat dan tergantung dengan keberadaan kerbau. Hal ini terlihat dari fungsi dan peranan kerbau dalam kehidupan mereka, misalnya sebagai sarana untuk mengolah lahan pertanian (bajak), alat transportasi hasil pertanian, tabungan keluarga (bank hidup), kebutuhan social keagamaan (berhaji), pesta perkawinan, dan biaya pendidikan. Kerbau juga termasuk komoditi perdagangan yang sangat prospektif. Terbukti Tahun 1940-an, Sumbawa pernah menjadi eksportir kerbau untuk Hongkong dan Singapura. Tapi sekarang bergeser menjadi eksportir tenaga kerja.

Baca Juga  Poktan Apresiasi Pendampingan Babinsa Pelda Gede Mertha

Di bagian lain Bupati menyebutkan sejumlah prestasi yang diraih Kabupaten Sumbawa di bidang peternakan. Yaitu mendapat penghargaan Adi Praja Satwa Sewaka dan Indo Livestock Services Award Tahun 2013 yang diserahkan Menteri Pertanian RI karena diapresiasi sebagai daerah yang memiliki komitmen tinggi dalam pengembangan peternakan di Indonesia. Kemudian Sumbawa menjadi referensi model nasional untuk registrasi (pengkartuan) ternak. Sumbawa menjadi salah satu dari 7 kabupaten terpilih yang ditetapkan sebagai lokasi kegiatan penguatan pembibitan kerbau dan pemberian gelar Sumbawa sebagai gudang ternak dan sumber bibit nasional. Selanjutnya ditetapkannya tiga rumpun SDGH (Sumber Daya Genetik Hewan) ternak Sumbawa yaitu kerbau Sumbawa, Kuda Sumbawa dan Sapi Sumbawa oleh Menteri Pertanian RI Tahun 2011. Tahun 2014, Kelompok Ternak “Mitra Abadi” Desa Leseng Kecamatan Moyo Hulu mendapat penghargaan nasional sebagai exhibisi dalam penerapan peternakan pola ekstensif. “Demikian banyak prestasi dan pengakuan yang kita dapat, tetapui sesungguhnya bukan itutujuan utama kita, namun yang lebih penting peternakan di daerah kita harus dipertahankan dan kita tingkatkan pengelolaannya sehingga bisa memberikan manfaat, nilai tambah dan kesejahteraan kepada peternak dan masyarakat kita,” demikian Bupati. (JEN/SR)

 

bankntb DPRD DPRD