Mendikbud Kagumi Ponpes Dea Malela

oleh -7 views
Mendikbud bersama Prof Din Syamsuddin dan para santri Ponpes Dea Malela

SUMBAWA BESAR, SR (14/10/2016)

Setelah meresmikan Klinik Surya Medika PKU Muhammadiyah Sumbawa, dan sebelum memberikan kuliah umum di Universitas Samawa (UNSA), Mendikbud Prof. Dr. Muhadjir Effendy M.AP, mengunjungi Ponpes Modern Internasional Dea Malela di Pamangong Kecamatan Lenangguar, Jumat (14/10). Kedatangan Mendikbud yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Sumbawa H. Sudirman Malik S.Pd disambut Ketua Yayasan Pendidikan dan Kebudayaan Dea Malela, Prof. Dr. Din Syamsuddin, Camat Lenangguar, dan Kepala Desa Lenangguar diiringi Drumband Santri Dea Malela.

mendikbud-dea-malela-2Dalam kesempatan itu Mendikbud merasa kagum dengan perkembangan Ponpes yang digagas Prof. Din Syamsuddin. “Saya senang sekali berjumpa dengan para santriwan, dan merasa kagum dengan perkembangan Ponpes Dea Malela yang tadinya belum ada apa-apa, sekarang sudah bermunculan bangunan-bangunan megah. Saya yakin suatu saat akan menjadi destinasi pusat seluruh orang tua untuk menitipkan anaknya, dan mengenyam pendidikan bertaraf internasional,” ungkap Menteri Muhadjir.

Ia menasehati para santriwan untuk belajar bersungguh-sungguh dan membangun mimpi sesuai lagu mars Dea Malela. “Belajar keras, sebagaimana semboyan Man Jadda Wa Jadda. Saya doakan cita-cita semua santri terwujud,” pintanya. Kepada para pengasuh, Mendikbud juga berpesan agar anak-anak diberikan kesempatan berkembang sesuai yang dibawa, dimiliki dan diinginkan. “Jangan terlalu diseragamkan. Berilah kesempatan dia untuk tumbuh dengan sendirinya. Orang yang berhasil adalah orang yang mampu mengoptimalkan potensi yang ada di dalam dirinya. Hebat bukan hanya karena guru saja, namun karena dia memiliki kemampuan yang terpelihara dengan baik dan diarahkan dengan sungguh-sungguh,” ujar Ketua PP Muhammadiyah ini.

Baca Juga  TGB Bahas Pembebasan Yerussalem di Konferensi Internasional Mesir

mendikbud-dea-malela-1Di bagian lain, Prof. Muhadjir memuji sosok Prof. Din Syamsuddin yang dapat dijadikan role model bagi Ponpes Modern Internasional Dea Malela. “Kalau anak-anak tidak pintar jadi mubaligh, jangan dipaksakan. Kalau pintar nyanyi, biarkan saja jadi penyanyi santri, mungkin ada yang tidak pintar Bahasa Inggris tapi pintar sepak bola, biarlah dia menjadi pesepakbola yang hebat,” katanya seraya menambahkan bahwa pendidikan karakter di sekolah akan dikembangkan Kemdikbud, dengan memberikan kesempatan kepada setiap siswa sesuai keahliannya, mengingat talenta harus dipelihara. (JEN/SR)

 

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.