Polisi Temukan Petunjuk Baru Kematian Bayi Nayla

oleh -15 views
Olah TKP Kematian Bayi Nayla

SUMBAWA BESAR, SR (11/10/2016)

Polisi terus bekerja keras untuk mengungkap kasus kematian Nayla Ramadani. Sebab kematian bayi berumur 2 tahun 4 bulan ini diduga tidak wajar. Setelah mengantongi hasil visum dokter RSUD Sumbawa dan keterangan sejumlah saksi, penyidik Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa mendatangi kediaman korban untuk melakukan olah TKP, Selasa (11/10). Kegiatan yang dilakukan tim gabungan identifikasi dan Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) ini dipimpin langsung Kasat Reskrim AKP Yusuf Tauziri SIK.

Olah TKP ini sempat menyedot perhatian warga setempat. Sebab, sejak kematian Nayla, warga setempat mencurigai korban dibunuh NL dan NY pasangan yang belum resmi menikah ini. Warga juga sempat bereaksi hendak menghakimi pasangan tersebut, beruntung petugas Bhabinkamtibmas segera bertindak mengamankan keduanya lalu dievakuasi ke Polres Sumbawa. Hingga kini pasangan itu masih menginap di kantor polisi.

Tim Ident dan PPA mencari petunjuk
Tim Ident dan PPA mencari petunjuk

Kapolres Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim, AKP Yusuf Tauziri SIK usai olah TKP, mengaku mendapat informasi baru dan petunjuk baru. Informasi ini menyebutkan jika SY—kekasih NL, ternyata memiliki dua orang istri yang diceraikannya. Sementara NL juga masih berstatus sebagai isteri siri dari seorang lelaki. Dari perkawinannya ini, lahir Nayla—bocah berumur 2,4 tahun yang belum lama ini meninggal dunia. Belakangan NL yang meninggalkan suami sirinya di Denpasar, tinggal di rumah SY di Dusun Kanar Desa Labuan Badas Kecamatan Badas, Sumbawa. SY dan NL berencana menikah dan tengah mengurus persyaratan pernikahannya. Sedangkan petunjuk baru, ungkapnya, yaitu adanya keterangan saksi lainnya. Masyarakat sudah mulai terbuka dan bersedia memberikan kesaksian. Kesaksian ini menguatkan keterangan saksi sebelumnya bahwa pernah melihat SY mencekik dan menganiaya korban. “Kami melakukan olah TKP untuk memperjelas keterangan saksi yang sebelumnya telah dimintai keterangan. Selain itu mencocokkan keterangan saksi dengan kondisi di lapangan,” kata Bang Yusta—sapaan singkat Kasat Reskrim.

Baca Juga  Lito Mencekam, Komplotan Pencuri Ternak Nyaris Dipermak Massa

Meski demikian pihaknya belum bisa menarik kesimpulan karena masih harus melakukan pendalaman. Namun dugaan bahwa ada tindak kekerasan terhadap korban kian mengerucut. Untuk menentukannya, pihaknya akan melakukan gelar perkara.

Kasat Reskrim, AKP Yusuf Tauziri SIK tengah mengumpulkan keterangan dari tetangga korban
Kasat Reskrim, AKP Yusuf Tauziri SIK tengah mengumpulkan keterangan dari tetangga korban

Sementara itu, Mantan Kadus Empan, Zakariah, mengaku bahwa SY telah lebih dari setahun menetap di Dusun Empan, namun tidak pernah melaporkan diri atas keberadaannya. Karena itu Ia tidak mengetahui persis situasi SY. Dia hanya mengetahui awalnya SY mengerjakan rumpon di Pantai Empan, lalu menjadi sopir ekspedisi. Zakaria juga mengakui jika istri pertama SY sempat datang ke Empan lalu membawa kedua anaknya berangkat ke Bali. Setelah itu, SY hidup bersama wanita lain yang dinikahinya secara siri. Pernikahan itu tidak berlangsung lama, karena wanita sirinya tersebut kabur. Sedangkan tinggal bersama dengan NL—ibu kandung korban, tidak terlalu lama hingga akhirnya terjadinya kasus ini.

Tetangga korban AM dan NR—sepasang suami istri mengaku sebelum kejadian Nayla sempat lari ke rumahnya. Pasangan suami istri ini terkejut melihat leher korban merah seperti bekas kuku, pipinya bekas gigitan dan bekas api rokok. Belum lama berada di rumahnya, SY memanggil bocah malang tersebut. Saksi lainnya berinisial DV, mengaku saat sedang makan siang bersama suaminya, secara tak sengaja matanya tertuju pada jendela kaca belakang rumah SY. Saksi ini melihat korban Nayla diangkat dengan sebelah tangan seperti dicekik lalu tubuh korban ditempelkan di tembok. DV kaget lalu mendatangi kediaman SY untuk menanyakan prihal tersebut.

Baca Juga  TP4D Bisa Cabut Pendampingan Proyek Pasar Brangbara

Seperti diberitakan SAMAWAREA, SY dan NL sudah dimintai keterangan. Keduanya membantah melakukan kekerasan terhadap korban. Mengenai kesaksian bahwa korban dicekik, dibantah SY. Kekasih ibu kandung korban ini mengatakan jika saat itu menggendong korban yang sedang menangis. Mengenai lebam di tubuh korban diakuinya akibat terjatuh di kamar mandi.

Untuk diketahui, Nayla meninggal dunia pada 26 September lalu, lantaran mengalami kejang dan mulutnya berbusa. Bocah malang itu sempat dilarikan ke Puskesmas. Kondisinya tergolong parah, sehingga pihak puskesmas merujuk korban ke RSUD Sumbawa. Belum sempat ditangani secara maksimal, bocah tak berdosa ini menghembuskan napas terakhir. Jasad Nayla kemudian dikebumikan di wilayah Batu Gong, yang jauh dari tempat pemakaman umum di Dusun Empan tempat tinggalnya. Hal inilah yang memunculkan kecurigaan warga setempat yang nyaris menghakimi pasangan kekasih itu. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD