Setahun Dikubur, Jasad Pegawai PU akan Diotopsi

oleh
Ilustrasi

Mengungkap Misteri Kematian

SUMBAWA BESAR, SR (09/10/2016)

Masih ingat kasus kematian Supri Haryanto (50) ? kematian PNS dari Kementerian PU yang tinggal tinggal di Kelurahan Lempeh ini sungguh mengenaskan. Jasadnya ditemukan terbakar di KM 56 pinggir jalan raya Sumbawa-Lunyuk setelah dikhabarkan hilang tiga hari sebelumnya saat bertugas mengawasi pengerjaan jalan di Kecamatan Lunyuk. Sejak jasadnya ditemukan 7 Oktober 2015 atau setahun yang lalu, hingga kini kasus tersebut masih menjadi misteri. Karenanya penyidik Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa di bawah komando, AKP Yusuf Tauziri SIK—Kasat Reskrim yang belum lama menjabat ini, akan berupaya mengungkap dan menjawab tandatanya tersebut. “Kami akan melakukan otopsi,” kata Kasat Yusuf Tauziri kepada SAMAWAREA, Sabtu kemarin.

Ia mengaku telah menyurati kedokteran forensik untuk permintaan bongkar kubur dan otopsi. Pihaknya juga sudah menyurati Dit Reskrimum Polda NTB untuk meminta asistensi dan back-up, mengingat kasus ini tergolong sangat sulit. Sebenarnya penyelidikan sudah dilakukan sejak jasad korban ditemukan dalam keadaan hangus. Namun penyidik menemui hambatan karena keluarga menolak dilakukan otopsi. Upaya itu perlu dilakukan karena kematian korban dinilai tidak wajar. Secara hukum hanya otopsi yang bisa dijadikan dasar menentukan penyebab kematiannya. “Sekarang sudah ada keluarga termasuk istri korban yang datang ke kami untuk menyampaikan keinginan dilakukan otopsi,” aku Bang Yusta—sapaan singkat perwira enerjik ini.

Baca Juga  Muncul 17 Sertifikat di Lahan Miliknya, Nyonya Lusy Lapor Satgas Mafia Tanah

Untuk memenuhi permintaan tersebut, pihaknya masih menunggu kesiapan kedokteran forensic, di samping gelar perkara bersama Tim Asistensi Polda NTB. (JEN/SR)

Amman Mineral Amman Mineral

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.