Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kabupaten Sumbawa 2015 (1)

oleh -57 views

SUMBAWA BESAR, SR (09/10/2016)

PENDAHULUAN

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, bahwa pertanggungjawaban kepala daerah dalam mengelola pemerintahan daerah, diwujudkan dalam 3 (tiga) bentuk pertanggungjawaban yaitu: Pertama kepada Pemerintah : Kepala Daerah berkewajiban menyampaikan pertanggungjawaban penyelenggaraan pemerintahan daerah melalui bentuk Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD). Kedua kepada DPRD selaku mitra pemerintah daerah : Kepala Daerah berkewajiban menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Pemerintahan Daerah (LKPJ). Ketiga kepada masyarakat : Kepala Daerah berkewajiban menyampaikan Informasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (IPPD).

Dasar Hukum

Peraturan Perundang-undangan yang menjadi dasar dalam penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Kabupaten Sumbawa tahun 2013 adalah seluruh ketentuan perundang-undangan yang berkaitan langsung dengan pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan daerah, diantaranya yaitu sebagai berikut :

  1. Undang–Undang Nomor 69 Tahun 1958 tentang Pembentukan Daerah–daerah Tingkat II dalam Wilayah Daerah-daerah Tingkat I Bali, Nusa Tenggara Barat  dan  Nusa Tenggara Timur;
  2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;
  3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;
  4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah;
  5. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah;

Kondisi Geografis Daerah

Letak Geografis. Kabupaten Sumbawa terletak pada 11642’–11822’ Bujur Timur, 88’–97’ Lintang Selatan. Adapun batas-batas wilayah Kabupaten Sumbawa adalah sebelah Utara berbatasan dengan Laut Flores, sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Dompu, sebelah Selatan berbatasan dengan Samudera Indonesia dan sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Sumbawa Barat. Luas WilayahKabupaten Sumbawa memiliki luas wilayah mencapai 11.556,44 Km² (45,52% dari luas Provinsi NTB), yang terdiri dari daratan 6.643,98 km², dan lautan 4.912,46 km². Topografi. Bentuk Topografi Kabupaten Sumbawa yang cenderung berbukit-bukit memiliki kelerengan bervariasi antara 0 – 40 derajat. Kemiringan lahan 0-2% seluas 33,79%; kemiringan 2-15% seluas 27,96%; kemiringan 15-40% seluas 49,49% dan kemiringan >40% seluas 54,03%. Ketinggian untuk kota-kota kecamatan di Kabupaten Sumbawa berkisar antara 10 hingga 650 mdpal. Ibukota kecamatan Batulanteh (Semongkat) merupakan ibukota kecamatan dengan elevasi tertinggi dari permukaan air laut dan Sumbawa Besar (ibukota kecamatan Sumbawa) merupakan ibukota kecamatan dengan elevasi terendah dari permukaan air laut. Wilayah yang didominasi kemiringan lahan >40% adalah Kecamatan Batulanteh, Kecamatan Ropang, Kecamatan Lenangguar, dan Kecamatan Orong Telu. Kondisi iklim di Kabupaten Sumbawa dipengaruhi oleh musim hujan dan musim kemarau. Pada tahun 2015 temperatur maksimum terjadi pada bulan Oktober mencapai 35,5 oC dan temperature minimum pada bulan Agustus mencapai 20,7 oC, sementara kelembaban udara tertinggi pada bulan Februari sebesar 85% dan kelembaban udara terendah sebesar 67% pada bulan September dan Oktober.

Geologi. Dalam Peta Tatanan Geologi dan Gunung Berapi Indonesia, Kabupaten Sumbawa sebagaimana sebagian wilayah Indonesia terletak dalam sabuk gunung api (ring of fire). Dalam Peta Tatanan Geologi dan Gunung Berapi Indonesia, Kabupaten Sumbawa tempat pertemuan 2 lempeng aktif dunia yaitu Lempeng Indo-Australia (bagian selatan) dan Lempeng Eurasia (bagian utara) (Katili, 1994). Kondisi geologis tersebut menyebabkan Kabupaten Sumbawa kaya akan deposit sumberdaya mineral sekaligus rawan terhadap bencana alam. Potensi lain seperti energi panas bumi juga terdapat di Kecamatan Maronge dengan potensi 6 Mwe untuk pemanfaatan langsung. Energi panas bumi sangat berpeluang untuk dikembangkan apalagi ketersediaannya di Indonesia sangat besar. Dari hasil survey teridentifikasi 251 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia. 3 (Tiga) Lokasi berada di Nusa Tenggara Barat, 1 (satu) diantaranya terdapat di Kabupaten Sumbawa di Kecamatan  Maronge.

Karakteristik Wilayah

Berdasarkan kondisi karakteristik wilayah dapat diidentifikasi wilayah yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan budidaya. Jumlah Bangunan Rumah; Data jumlah rumah penduduk dapat menggambarkan pola distribusi permukiman yang dapat digunakan dalam penyediaan utilitas publik yang dibutuhkan. Jumlah bangunan rumah se-Kabupaten Sumbawa sebanyak 123.414 unit, jika luas kawasan budidaya 45,62% atau 3.030,98 Km2 maka jumlah bangunan rumah per luas lahan budidaya adalah 27,76 atau rata-rata terdapat 28 unit rumah per 1 Km2.

Gambaran Umum Demografis

Gambaran demografis merupakan kondisi kependudukan yang mencakup beragam informasi kuantitas/kualitas penduduk, kesejahteraan penduduk, perkembangan penduduk, mobilitas. Data dan informasi kependudukan menggambarkan karakteristik penduduk yang berguna untuk merumuskan kebijakan kependudukan bagi peningkatan kualitas, pengendalian pertumbuhan dan kuantitas, pengarahan mobilitas dan persebaran penduduk yang serasi dengan daya dukung alam dan daya tampung lingkungan. Jumlah PendudukPersebaran penduduk berkaitan dengan keseimbangan daya dukung lingkungan (luas wilayah). Dari sisi wilayah, Kabupaten Sumbawa yang seluas 6.643,98 Km² memiliki kepadatan penduduk yang terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk dimana pada tahun 2004 kepadatan penduduk Kabupaten Sumbawa 63 orang/km² menjadi 85 orang/km² pada tahun 2015. Pertumbuhan Penduduk;  secara rata-rata pertumbuhan penduduk Kabupaten Sumbawa 1,5%. Data SP dalam kurun waktu 1971-2010 untuk kabupaten Sumbawa. Laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Sumbawa sebesar 2,6% dalam kurun waktu 2 tahun yaitu tahun 2014-2015 terjadi penambahan penduduk sebanyak 12.160  jiwa. Jumlah Kepala Keluarga; Seiring dengan peningkatan jumlah penduduk, juga terjadi peningkatan jumlah Kepala Keluarga (KK). Jika pada tahun 2014 jumlah KK mencapai 125.915 KK maka pada tahun 2015 berjumlah 145.788 KK bertambah 19.873 KK atau mengalami peningkatan 15.78%. Struktur Penduduk;  Struktur penduduk menggambarkan jumlah penduduk berdasarkan kelompok umur, menunjukkan bahwa penduduk Kabupaten Sumbawa sampai dengan Bulan Desember 2015 berjumlah 538.289 jiwa. Apabila dilihat per kelompok umur Proporsi penduduk tertinggi berada pada kelompok umur 30 – 34 Tahun yaitu 50.035 jiwa (9.30%) dan proporsi penduduk terkecil berada pada kelompok umur 70-74 tahun yaitu 9.137 (1.70%). Berdasarkan Rasio Ketergantungan Kependudukan pada tahun 2015, Rasio  Ketergantungan Muda 33,78% dan Rasio Ketergantungan Tua 8.44%  mengalami peningkatan dari tahun 2014, dimana pada tahun 2014 rasio  ketergantungan muda 33.30% dan Rasio ketergantungan Tua 7.88% yang artinya Rasio ketergantungan menunjukkan beban yang harus ditanggung oleh penduduk (15 – 64 tahun) terhadap penduduk yang tidak produktif (<15 tahun dan 65 tahun keatas).

Baca Juga  Tugas Pansel Selesai, Tiga Nama Calon Dirut PDAM Diserahkan ke Bupati

Ketenagakerjaan

Untuk melihat besarnya persentase penduduk usia kerja yang aktif secara ekonomi disuatu wilayah dapat dilihat dari Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK). Pada tahun 2014 TPAK di Kabupaten Sumbawa mencapai 71,09% dari 71,59% pada tahun 2013. TAPK ini berada diatas rata-rata TPAK Provinsi NTB sebesar 66,63%. Demikian pula dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dengan penurunan poin sebesar 0,21% dari TPT sebesar 4,06% pada tahun 2013 menjadi 4,27% pada tahun 2014. Besaran TPT ini lebih rendah bila dibandingkan dengan rata-rata capaian Provinsi NTB sebesar 5,75%. Adapun angka 4,27 persen TPT ini mengandung arti bahwa dari 100 orang angkatan kerja terdapat 4 orang pengangguran dan 96 orang penduduk yang bekerja. Kondisi ini mengisyaratkan  bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa bersama dengan dunia usaha serta masyarakat ikut berperan aktif dalam menurunkan tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Sumbawa.

Pendidikan

Angka Partisipasi Murni (APM) adalah jumlah siswa dari kelompok usia resmi untuk jenjang pendidikan tertentu dinyatakan sebagai persentase dari populasi yang sesuai. Perkembangan APK pada jenjang SD/MI mengalami penurunan sebesar -4,27, yakni dari 99,15% pada tahun 2014 menjadi 94,92% pada tahun 2015. Penurunan ini, tidak berarti penyelenggaraan program dan kegiatan bidang tersebut capaiannya rendah, sepanjang capaiannya tidak di bawah 100, hal tersebut menunjukkan adanya peningkatan efisiensi internal, dimana idealnya APK sama dengan APM mengarah pada angka 100%. Berdasarkan capaian indikator APM jenjang SMP/MTs mengalami penurunan sebesar 11,32%, yakni dari 98,35% pada tahun 2014 menjadi 87,22% pada tahun 2015. Berdasarkan capaian indikator APM jenjang SMA/MA/SMK mengalami penurunan, sebesar -17,62 yakni dari 85,92% pada tahun 2014 menjadi 70,78% pada tahun 2015. Angka Melek Huruf; Peningkatan Angka Melek Huruf (AMH) di Kabupaten Sumbawa dari tahun ke tahun cenderung tidak terlalu besar. Kemampuan Membaca dan menulis Melek Huruf penduduk usia 10 tahun ke atas adalah 99,60. Angka Partisipasi Kasar (APK) adalah jumlah siswa pada jenjang pendidikan tertentu tanpa memperhitungkan usia sebagai persentase dengan penduduk usia sekolah yang sesuai dalam satu tahun ajaran. Berdasarkan data, dari perkembangan APK TK/RA mengalami peningkatan sebesar 0.12%, APK SD/MI mengalami penurunan sebesar -1.68%, APK SMP/MTS juga mengalami penurunan sebesar -9.88% dan APK SMA/MA/SMK mengalami peningkatan sebesar 0.97%

Kesehatan

Angka Kematian Bayi (AKB) menunjukkan jumlah bayi meninggal dalam usia kurang satu tahun tiap 1.000 kelahiran hidup dalam kurun waktu satu tahun. Angka Kematian Ibu (AKI); Angka kematian Ibu yang terjadi di Kabupaten Sumbawa dalam rentang waktu 5 tahun terakhir menunjukkan tren penurunan, hal ini terlihat dari kasus yang terjadi pada tahun 2011 sebanyak 22 kasus menjadi 6 kasus pada tahun 2015 dengan penurunan rata-rata pertahun sebesar 3,47%. Gizi Buruk; Kasus gizi buruk di Kabupaten Sumbawa menunjukkan tren penurunan, yakni dari 296 kasus pada tahun 2011 menurun menjadi 24 kasus pada tahun 2015 dengan rata-rata penurunan kasus per tahun sebesar 42,64%. Angka usia harapan hidup; merupakan angka perkiraan lama hidup rata-rata penduduk dengan asumsi tidak ada perubahan pola mortalitas menurut umur. Penyediaan fasilitas dan tenaga kesehatan merupakan bagian dari program pembangunan kesehatan. Ketersediaan fasilitas dan tenaga kesehatan berhubungan dengan kemudahan penduduk dalam mengakses layanan kesehatan.

Baca Juga  Konstituen Perlu Punya Keterwakilan di Dewan Pers

Kondisi Perekonomian

Kondisi perekonomian Kabupaten Sumbawa terus tumbuh dan berkembang, terlihat dari peningkatan PDRB ADH Berlaku dari Rp. 6,805 trilyun pada tahun 2011 menjadi Rp. 9,129 Trilyun pada tahun 2014 dengan peningkatan rata-rata laju pertumbuhan pertahun sebesar 10,28%. Demikian pula dengan PDRB ADH Konstan 2010 dari Rp. 6,606 Trilyun pada tahun 2011 menjadi 8,001 Trilyun pada tahun 2014 dengan peningkatan laju pertumbuhan rata-rata pertahun sebesar 6,69%. Ditinjau dari struktur perekonomian Kabupaten Sumbawa selama periode                      2010-2014, maka kategori penyumbang PDRB terbesar di Kabupaten Sumbawa adalah kategori pertanian dan industri perdagangan. Selain dua kategori tersebut, kategori konstruksi, kategori administrasi pemerintahan, pertanahan dan jaminan sosial wajib serta kategori jasa pendidikan juga memiliki konstribusi yang cukup besar terhadap PDRB Kabupaten Sumbawa sebagaimana tergambar sebagai berikut.

Konstribusi Kategori/Lapangan Usaha Terhadap PDRB di Kabupaten Sumbawa ADH Berlaku Tahun 2014 (Persen)
Konstribusi Kategori/Lapangan Usaha Terhadap PDRB
di Kabupaten Sumbawa ADH Berlaku Tahun 2014 (Persen)
Konsumsi Pangan Aktual Tahun 2015
Konsumsi Pangan Aktual Tahun 2015

Sumber: Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kab. Sumbawa

Pengembangan bidang peternakan Kabupaten Sumbawa sangat didukung oleh sumber daya alam yang cukup potensial meliputi populasi ternak pada tahun 2015 dengan jumlah Sapi Bali sebanyak 222.153 ekor, Sapi Sumbawa sebanyak 6.673 ekor, Kerbau Sumbawa sebanyak 45.595 ekor, Kuda Sumbawa sebanyak 32.452 ekor, Kambing sebanyak 34.570 ekor, Domba sebanyak 1.412 ekor, Ayam Pedaging sebanyak 1.037.612 ekor, Ayam Buras sebanyak 629.969 ekor, Itik sebanyak 12.022 ekor, dan Entog sebanyak 5.317 ekor.

Kabupaten Sumbawa merupakan salah satu kabupaten sebagai sumber bibit di Provinsi Nusa Tenggara Barat, selain itu dengan ditetapkannya   Pulau Sumbawa sebagai tempat pemurnian sapi bali, maka pemerintah daerah telah menetapkan kebijakan di bidang pembibitan terutama sapi bibit yang diatur dan diawasi secara ketat dengan penerapan teknologi tepat guna melalui Inseminasi Buatan (IB), sehingga tercapai peningkatan populasi ternak dan mutu genetik ternak, karena melalui inseminasi buatan penyebaran sapi bibit unggul dapat dilakukan dengan murah, mudah dan cepat. Adapun paket teknologi inseminasi buatan bertujuan untuk : 1). Penggunaan Pejantan Unggul (Proven Sire) secara maksimal; 2). Penghematan dana dan Tenaga; 3). Peningkatan potensi seleksi terhadap pejantan (bibit); 4). Mencegah atau mengurangi penyakit reproduksi yang dapat terjadi melalui perkawinan alam; 5). Mempertinggi breeding efisiensi karena hanya semen yang fertilitas tinggi yang digunakan; 6). Memanfaatkan pejantan unggul secara maksimal dengan tujuan peningkatan jumlah dan mutu genetik.

Dalam rangka mendukung kegiatan pencegahan, pemberantasan dan pengobatan penyakit hewan menular terutama penyakit-penyakit strategis di seluruh wilayah kecamatan, yang kasus penyakitnya dari tahun ke tahun selalu didominasi oleh penyakit Helminthiasis, diikuti oleh  penyakit  Bovine Efemeral Fever, serta penyakit menular lainnya seperti penyakit SE dan AT, maka Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa selalu mengintensifkan usaha-usaha penanggulangannya antara lain melalui vaksinasi. Untuk menghindari agar tidak terjadi penularan kepada manusia atau ternak yang lain, maka ternak yang terjangkit penyakit hewan menular khususnya Antrak, telah dilakukan pembakaran, penguburan dan desinfektansi kandang dan peralatan.

Untuk beberapa produksi daging ternak di Kabupaten Sumbawa mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, seperti daging sapi sebesar 14,38%, kuda sebesar 16,05%, itik dan entog sebesar 2,06%. Sementara untuk daging kerbau, kambing dan ayam ras mengalami penurunann. Demikan pula dengan produksi telur dengan penurunan produksi telur ayam buras sebesar 5,76% dibandingkan tahun sebelumna, sementara untuk produksi telur itik dan entog mengalami peningkatan sebesar 2,06. Dalam pengembangan ternak di Kabupaten Sumbawa, Pemerintah Pusat telah menetapkan Pulau Sumbawa sebagai tempat pemurnian Sapi Bali. (Bersambung)

 

 

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.