Sekitar 1.000 Koperasi di NTB “Tidak Sehat”

oleh -8 views
Kadis Koperasi dan UMKM setempat, Hj. Putu Selly Handayani

MATARAM, SR (08/10/2016)

Koperasi dan UMKM Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat terdapat 4.077 koperasi yang tersebar di wilayah NTB. Dari jumlah ini, 1.665 koperasi sudah tidak aktif lagi, dan 2.412 lainnya masih aktif. Demikian diungkapkan Kadis Koperasi dan UMKM setempat, Hj. Putu Selly Handayani, belum lama ini.

Meski demikian sambung Hj Selly—sapaan singkat perempuan berjilbab ini, ada sekitar seribu lebih atau 46 persen koperasi di NTB diduga tidak sehat, lantaran banyak laporan masyarakat yang diterima pihaknya bahwa sejumlah koperasi melakukan praktek curang. “Kalau namanya curang ya jelas salah. Laporan yang kami terima mereka (Koperasi, Red) melakukan kegiatan melanggar aturan perundang-undangan,” ujarnya seraya mencontohkan koperasi yang melakukan pelelangan barang jaminan masyarakat layaknya perbankan, ini yang tidak dibenarkan.

Undang-undang nomor 25 Tahun 1992 pasal 4, menjelaskan bahwa koperasi memiliki fungsi dan peranan sebagai urat nadi kegiatan perekonomian, upaya mendemokrasikan sosial ekonomi, meningkatkan kesejahteraan warga, memperkokoh perekonomian rakyat dengan jalan pembinaan koperasi. Sedangkan peran dan tugas koperasi, meningkatkan taraf hidup sederhana masyarakat, mengembangkan demokrasi ekonomi, mewujudkan pendapatan masyarakat yang adil dan merata dengan cara menyatukan, membina, dan mengembangkan setiap potensi yang ada. “Bukan malah melakukan praktek curang sperti itu. Bila terbukti, pusat yang akan menutupnya. Kami hanya sebatas membina saja,” tandas mantan Plt. Walikota Mataram ini. (NA/SR)

bankntb DPRD DPRD
Baca Juga  Wagub NTB: ASN Harus Jadi Panutan