Ini Titik Rawan Longsor dan Banjir di NTB

oleh -28 views
Banjir di Moyo Hilir dan Moyo Utara Kabupaten Sumbawa 2014

MATARAM, SR (08/10/2016)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mengingatkan masyarakat agar tetap mengutamakan sikap waspada dan deteksi dini dalam mengantisipasi bencana alam yang bisa terjadi setiap saat. “Terutama masyarakat yang tinggal dekat dengan perbukitan (pegunungan) dan dekat dengan bantaran sungai termasuk di wilayah pesisir. Kami himbau tetap waspada bencana longsor, banjir, maupun gelombang yang disertai angin kencang di musim hujan ini,” kata Kepala BPBD Provinsi NTB, Ir. H. Mohammad Rum, MT kepada SAMAWAREA di Mataram, Jum’at (7/10).

Untuk mengurangi resiko atau dampak bencana, BPBD NTB merilis titik rawan bencana. Menurut Haji Rum—sapaan akrab pejabat ramah ini, berdasarkan history spot titik atau daerah yang kerap diantisipasi atau menjadi langganan bencana banjir yakni Pulau Lombok antara lainnya seperti Kecamatan Sekotong, Lembar, Sambelia, Sembalun dan lainnya. Sedangkan di Kota Mataram, kawasan rawan banjir di Kecamatan Sandubaya, Kecamatan Sekarbela dan Kecamatan Ampenan bagian selatan. Untuk Pulau Sumbawa antara lain Taliwang, Seteluk, Brang Rea, Alas, Buer, Empang, Pelampang, Moyo Hulu, Moyo Utara, Karijawa, Wajo, Labuhan Kenanga, Woha, Sape dan Palibelo.

Kepala BPBD NTB, H. Mohammad Rum, MT
Kepala BPBD NTB, H. Mohammad Rum, MT

Ia meminta kepada BPBD serta dinas terkait di kabupaten/kota yang memiliki titik rawan bencana untuk tetap menjalin komunikasi/berkoordinasi memantau setiap wilayahnya masing-masing. BPBD NTB tetap membuka mata bekerjasama melakukan monitor dengan mengirim tim utusan pemantau di setiap wilayah. “Menangani bencana, menurut saya harus ada kerjasama dan dukungan dari semua pihak untuk saling bahu membahu dan terus saling mengingatkan untuk tetap waspada dalam mengantisipasi bencana,” ujarnya.

Baca Juga  Direktur BPR Sumbawa Tidak Bersalah, Penetapan Tersangka Gegabah

Di bagian lain Haji Rum menginformasikan bahwa 20 Oktober mendatang, BPBD NTB akan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) masalah banjir dan longsor di Hotel Grand Legi Mataram. Terkait dengan dana siaga bencana yang ada di BPBD NTB sendiri, sudah dipersiapkan dan siap pakai. “Anggarannya masih sama sebesar 5 miliar diperuntukan khusus bencana yang bersifat darurat untuk semua kabupaten/kota di lingkup NTB,” jelasnya sembari mengatakan, dana tersebut tidak serta merta bisa dikeluarkan tanpa memenuhi mekanisme yang sudah ditetapkan yakni pemberitahuan resmi dari kepala daerah (bupati/walikota) lalu dievaluasi BPBD NTB diserahkan ke Gubernur NTB untuk diterbitkan SK pencairan. (NA/SR)

bpbd-iklan

bankntb DPRD DPRD