Polisi Didesak Usut Kematian Bidan Muda

oleh -6 views

SUMBAWA BESAR, SR (03/10/2016)

Belum lama ini A Kadir HT mendatangi Polres Sumbawa. Kedatangan warga Kecamatan Moyo Hilir untuk menanyakan perkembangan laporan kematian putrinya, RA—bidan Puskesmas Moyo Utara yang tewas gantung diri beberapa waktu lalu. Kadir mengaku telah melaporkan kasus itu ke Polsek Moyo Hilir dan hingga kini belum ada perkembangan. Ia berharap kasus itu dapat diusut tuntas dan menangkap pelakunya, karena latar belakang gantung diri itu karena diduga adanya unsur pencemaran nama baik dan pemerasan. Kadir yang ditemui usai dimintai keterangan, kemarin, mengaku tidak pernah berstatemen meminta kasus itu ditutup. Keluarga menyatakan belum iklas mengingat ada unsur lain dalam peristiwa tersebut.

Di bagian lain, Kadir menyesalkan penanganan yang dilakukan pihak Polres Sumbawa. Ketika hendak menanyakan perkembangan kasus itu, justru dia diminta membuat laporan baru pada 28 September 2016 lalu. “Kami sudah melapor ke Polsek saat itu. Bahkan kami sudah menyerahkan barang bukti berupa handphone milik putri. Selain itu sejumlah saksi sudah dimintai keterangan, kenapa kami diminta membuat laporan baru,” ujarnya dalam nada tanya.

Kapolres Sumbawa, AKBP Muhamad, SIK yang dikonfirmasi, menyatakan akan melakukan gelar perkara untuk mempelajari dan menggali kembali informasi dan indikasi yang ditemukan di lapangan. “Kami akan panggil pihak Polsek untuk menjelaskan apa kendala yang dihadapi, dan apa yang menjadi temuan dalam penanganan,” katanya. Setelah itu penanganan kasus ini akan ditarik ke Polres untuk disegarkan kembali oleh penyidik Reserse dan Kriminal (Reskrim).

Baca Juga  Satgas Narkoba Sumbawa Segera Dikukuhkan

Ditambahkan Kasat Reskrim, AKP Yusuf Tuziri, SIK bahwa pihaknya sudah meminta keterangan sejumlah saksi. Hasil keterangan sementara, kasus kematian korban ada hubungannya dengan dugaan pemerasan, termasuk beredarnya foto vulgar yang diduga milik korban. “Kami terus mendalami kasus ini,” tukasnya.

Sekedar diketahui, RA (28) bidan muda asal Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir ditemukan tewas gantung diri di gudang miliknya. Kuat dugaan korban nekat mengakhiri hidupnya dengan jalan pintas diduga terkait beredarnya foto vulgar diduga mirip dirinya di media sosial facebook dan disebarkan oleh akun atas namanya sendiri. Diduga kuat akun itu dibuat oleh orang tak bertanggungjawab yang menggunakan nama dan foto korban. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD