Festival Malala di Malam 1 Muharram, Hasilkan 24 Minyak Berkhasiat

oleh -34 views

SUMBAWA BESAR, SR (02/10/2016)

Sebanyak 48 sandro dan asistennya dari 24 kecamatan di Kabupaten Sumbawa, adu keahlian dalam meracik obat tradisional (malala) pada Festival Malala. Kegiatan yang digelar di Istana Dalam Loka ini dilaksanakan bertepatan dengan Malam I Muharram (Tahun Baru Hijriyah), Sabtu (1/10) dalam rangka memeriahkan Festival Moyo 2016. Kegiatan ritual yang dilaksanakan setiap tahun ini, mendapat perhatian ribuan masyarakat karena diyakini obat racikan (malala) itu berkhasiat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Bukan hanya menyaksikan tapi warga rela berdesak-desakan untuk mendapatkan sebotol kecil malala yang dibagikan secara gratis oleh para sandro. Yang menarik dari festival itu, beberapa sandro beratraksi mengaduk malala yang mendidih di dalam wajan besar di atas tungku yang menyala hebat ini, menggunakan tangan telanjang. Tampak mulutnya komat-kamit membaca mantra dan doa-doa berharap kepada Allah SWT agar malala itu menjadi obat yang bermanfaat. Ikut menyaksikan Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah, Sekda Drs H Rasyidi, Kapolres AKBP Muhammad SIK dan Kajari Paryono SH MH, serta para pejabat lainnya.

malalaData yang dihimpun SAMAWAREA, dari malala ini menghasilkan 24 jenis minyak dengan nama yang berbeda. Sebagian besar dari minyak ini untuk menyembuhkan lemah syahwat dan obat kuat. Adalah minyak Sangengat dari Kecamatan Moyo Utara yang diracik Sandro H Mahmud dan asistennya Syafruddin. Khasiat dari minyak ini untuk menambah kebugaran tubuh dan stamina laki-laki. Sandro Wahid dan asistennya Rusdianto dari Kecamatan Lunyuk menghasilkan minyak “Bakat Luar” mengobati ambaien, koreng dan batuk darah. Sandro Junaidi—Wingki Satriajaya (Lenangguar) dengan Minyak Medo Urat Isi berkhasiat menyembuhkan ngilu, vitalitas dan menjadi obat urut. Sandro Anggi Ismail—Nurdin Nahri (Moyo Hilir) dengan minyak “Pajele Tiang” untuk stamina pria dan menghilang rasa sakit. Sandro Tahir—Abdul Hamid (Orong Telu) dengan minyak “Telas Manis” menyembuhkan segala macam penyakit seperti vitalitas, patah tulang dan luka bakar.

Baca Juga  Tim Temukan Kelalaian Penanganan Asam Tambang PT AMNT

Kemudian Sandro Owang—Sule (Utan) minyak “Saga Turin” menghilangkan ngilu, sakit pinggang, lemah syahwat dan pegal linu. Sandro Damhuji—Imran Sony (Unter Iwis) menghasilkan minyak “Ade Mate Telas Kebali” untuk membangkitkan stamina tubuh, lemah syahwat, luka bakar dan lainnya. Sandro Mahmud Yusuf—Ahmad (Ropang) dengan minyak “Sala Urat” untuk keseleo, gatal-gatal dan lemah syahwat. Sandro Ibnu Maja Bulkiah—Sapiri (Plampang) dengan minyak “La Ijo” menyembuhkan berbagai macam penyakit. Sandro Perbata—Marsidi (Lape) menghasilkan minyak “Pamantak Kebo Siwa” untuk kejantanan, ginjal dan kencing manis. Sandro H Sagir—Syamsuddin Saguni (Alas) dengan minyak “Khairurrahmar” mengobati stroke, sakit perut, keseleo, stamina, luka bekas operasi dan lainnya.

malala-2Selanjutnya, Sandro Alam Gading—Amaq Enggo (Labangka) menghasilkan minyak “Kemas Kemoyang” untuk kencing manis, menambah vitalitas dan asam urat. Sandro Abdul Kadir—Burhanuddin (Lantung) dengan minyak “Karasang Buya Ampo” untuk mengobati luka dalam, luka bakar dan keperkasaan. Sandro Abdullah Donge—Mustafa Udin (Alas Barat) dengan minyak “Olat Sarunga” untuk kejantanan, pegal linu dan luka-luka. Sandro Adnansyah (Tarano) dengan minyak “Pesalona” untuk keperkasaan, dan luka-luka. Sandro Abdullah—A.Rahman (Labuhan Badas) dengan minyak  “Panan Tuja Batu” mengobati lemah syahwat, ngilu dan luka bakar. Dan Sandro H Samiin—Ahmad SE (Maronge) menghasilkan minyak “Tungku Ajal” untuk menambah nafsu makan dan stamina.

Sekretaris Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) Sumbawa, Syukri Rahmat S.Ag, yang dimintai tanggapannya menilai Festival Malala ini kegiatan yang cukup bagus dan patut diberikan apresiasi karena bagian dari tradisi masyarakat Sumbawa jaman dahulu. Harus diakui salah satu keunggulan Sumbawa adalah minyaknya karena terkenal dengan khasiatnya. “Alhamdulillah kami sudah lihat, kalau dulu nama-nama minyak yang diracik cenderung berbau porno, kali ini tidak lagi. Ini sudah menjadi kesepakatan bersama,” kata Syukri—akrab pria santun ini.

Baca Juga  Sumbawa Bisa Menjadi Produsen Keju Mozzarela

Ke depan Ia berharap tradisi tetap terjaga. Dan yang lebih penting lagi bagaimana minyak dari Sumbawa ini berdampak secara ekonomis terutama bagi peraciknya. “Ini tugas pemerintah melalui leading sektor terkait agar ini tidak hanya menjadi ritual belaka dan ritual Muharram, tetapi bisa memberi nilai lebih dari sisi ekonomi kepada masyarakat terutama sandro-sandro yang punya keahlian dalam membuat minyak. Artinya perlu ada pembinaan lebih lanjut kaitan dengan higienitas dan kebersihannya memenuhi standar-standar kesehatan,” jelasnya. (JEN/SR)

 

bankntb DPRD DPRD