Soal STP, Balitbang Jateng Kunker ke Sumbawa

oleh -12 views
Sekda Sumbawa, Drs H Rasyidi

SUMBAWA BESAR, SR (28/09/2016)

Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Tengah melakukan kunjungan kerja (Kunker) di Kabupaten Sumbawa. Rombongan memilih Sumbawa karena ingin mengetahui persiapan tentang pembangunan Science and Techno Park (STP). Mereka pun diterima Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Drs. H. Rasyidi di Aula Lantai I kantor Bupati Sumbawa, Rabu (28/9).

Dalam sambutan penerimaannya, Sekda Drs. H. Rasyidi menyampaikan bahwa pembangunan Science and Techno Park (STP) di Sumbawa sedang berada pada tahap persiapan yang telah masuk pada tahun kedua. Luas lahan yang telah disiapkan sekitar 30 hektare meski potensi lahan bisa mencapai 50 Ha. 15 Ha di antaranya sudah direncanakan untuk dibangun laboratorium yang saat ini sedang proses tender di pusat. Saat ini yang dibangun adalah rumah kaca.

Sekda menambahkan, Kabupaten Sumbawa merupakan salah satu daerah di Indonesia timur yang memperoleh penghormatan berdirinya Science Techno Park yang lokasinya dekat dengan Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) di Dusun Batu Alang, Kecamatan Moyo Hulu. Saat ini, STP Sumbawa atau sekarang disebut “Sumbawa Technopark” dan Sentra Industri Kecil dan Industri Menengah (SIKIM) Sumbawa, disiapkan oleh UTS dan direncanakan bersama masing-masing Kementerian yang membawahinya. Kemenristek-Dikti untuk Sumbawa Technopark, dan Kemenperin untuk Sikim Sumbawa. Tidak hanya berada di satu lokasi di Dusun Batu Alang yang disebut sebagai “Kawasan Inovasi Sumbawa”, tapi juga memiliki prioritas yang sama sehingga saling mendukung kegiatannya dari hulu ke hilir dalam seluruh proses inovasi. Dalam proses inovasi, lanjut Sekda, STP dan SIKIM berbagi peran. STP dirancang sebagai “sekolah” untuk Wirausaha Baru (WUB). Dimana sekelompok orang yang memiliki ide bisnis, menuangkan dalam proposal bisnis, kemudian didampingi oleh pengelola STP dalam hal pembiayaan, pengelolaan lembaga usaha, pemasaran dan lain-lain. WUB kemudian disebut “tenant” dan proses pendampingan itu disebut “inkubasi”. Masa sekolah tenant di STP adalah 2 tahun, dengan target tenant bisa “lulus” menjadi perusahaan yang sudah mandiri sehingga bisa keluar dari STP dan tempatnya diisi oleh WUB berikutnya. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb
Baca Juga  Ini Titik Rawan Longsor dan Banjir di NTB

No More Posts Available.

No more pages to load.