Sahabat Center Tawarkan Konsep “Sumbawa Bebas Rententir”

oleh -7 views

SUMBAWA BESAR, SR (29/09/2016)

Sahabat Center melalui Forum Sumbawa Hebat dan Bermartabat (SAHABAT) menawarkan konsep untuk mewujudkan desa bebas rentenir di Kabupaten Sumbawa. Tawaran ini terungkap dalam diskusi kedua yang digelar SAHABAT di Wisma Daerah, Kamis (29/9). Diskusi yang mengangkat tema “Implementasi Pinjaman Tanpa Bunga Dalam Rangka Mewujudkan Desa Bebas Rentenir” ini dihadiri beberapa stakeholders antara lain SKPD terkait, perbankan, akademisi, penggiat LSM, profesional, organisasi pengusaha, petani, toga-tama, UKMM, dan mahasiwa. Diskusi yang diselenggarakan dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) dibuka Bupati Sumbawa yang diwakili Asisten II Sekda Sumbawa.

Bupati Sumbawa diwakili Asisten II Drs. H. Muhammading
Bupati Sumbawa diwakili Asisten II Drs. H. Muhammading

Dalam sambutannya, Bupati sangat mendukung diselenggarakannya diskusi ini, mengingat Program Desa Bebas Rentenir merupakan salah satu program strategis yang tertuang di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) periode 2016-2021. Karena itu pemerintah berharap apa yang akan dihasilkan dari diskusi ini akan memberi konstribusi yang positif dalam pembangunan masyarakat Sumbawa kedepan sesuai dengan visi-misi pemerintah daerah.

Koordinator Badan Pekerja Sahabat Center, Lukman Hakim, SP.,M.Si dalam laporannya, mengatakan, tujuan dari diskusi ini adalah menyamakan persepsi antar stakeholder mengenai “Desa Bebas Rentenir dan Pinjaman Tanpa Bunga”. Selain itu membantu pemerintah dalam merumuskan konsep dan langkah strategis dalam mewujudkan desa bebas rentenir dan implementasi pinjaman tanpa bunga. Membangun semangat kewirausahaan dan produktifitas masyarakat Kabupaten Sumbawa, serta mengembangkan ekonomi kerakyatan dan semangat gotong-royong.

Baca Juga  Cegah Corona, Pantai Paling Favorit di Labangka Ditutup
Koordinator Badan Pekerja Sahabat Center, Lukman Hakim, SP.,M.Si
Koordinator Badan Pekerja Sahabat Center, Lukman Hakim, SP.,M.Si

Selain itu, Sahabat Center juga menawarkan beberapa konsep terkait dengan implementasi pinjaman tanpa bunga dalam mewujudkan desa bebas rentenir. Konsep tersebut adalah menjalin kerjasama dan memaksimalkan peran koperasi dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Memaksimalkan peran BUMD dalam hal ini PD BPR NTB. Memperluas peran perbankan baik bank pemerintah maupun bank swasta. Dan memaksimalkan peran dan fungsi Zakat (Zakat Produktif).

Diskusi yang cukup menarik ini mendapat respon yang sangat antusias dari para peserta. Salah satunya disampaikan pihak Bank Mandiri dan BPR NTB, bahwa perlu dibangun kesadaran masyarakat terkait bagaimana mewujudkan desa bebas rentenir. Menurut mereka, pada prinsipnya perbankan mendukung untuk meminimalisir praktek-praktek rentenir yang ada di masyarakat. Karena itu perbankan hadir atau lahir untuk mengatasi persoalan tersebut.

diskusi-bebas-rentenir-3Sementara Dinas Pertanian menegaskan bahwa telah melaksanakan program yang serupa melalui penyaluran Program Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP). Program ini memberikan dana bergulir kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Hal lain ditegaskan Kepala Bappeda, bahwa program desa bebas rentenir merupakan salah satu program dalam upaya memutus mata rantai kemiskinan masyarakat. Program ini harus dirancang tahap demi tahap, dari hal yang sangat teknis sampai dengan lembaga mana yang akan menjalankannya. Namun semua itu membutuhkan kajian yang matang dan konprehensif dalam mengimplentasikan program tersebut.

Dari diskusi ini melahirkan beberapa rekomendasi untuk ditindaklanjuti sekaligus menjadi cacatan penting bagi stakeholder dalam mewujudkan Desa Bebas Rentenir. Di antaranya, mengharapkan pemerintah daerah untuk mengadakan kegiatan seminar maupun workshop yang berkaitan dengan “Desa Bebas Rentenir dan Pinjaman yang Mudah, Murah, dan Cepat”. Mengharapkan pemerintah daerah pada tahun 2017 sudah mendeklarasikan dan mengimplementasikan program desa bebas rentenir dan pinjaman yang mudah, murah dan cepat di sebagian desa yang akan menjadi pilot project melalui BUMDes, Koperasi maupun kerjasama dengan lembaga keuangan (perbankan) baik BUMD, BUMN dan swasta. Selain itu segera mewujudkan Pinjaman Sahabat yakni pinjaman sahabat petani, UMKM, buruh, mahasiswa dan kaum miskin, dengan syarat mudah, murah dan cepat. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD