Sumbawa Wujudkan Kota Tanpa Kumuh Nol Persen

oleh -4 views

SUMBAWA BESAR, SR (27/09/2016)

Pemerintah Kabupaten Sumbawa berupaya untuk mencapai pengentasan permukiman kumuh perkotaan menjadi 0 Ha. Upaya ini melalui pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman kumuh seluas 38.431 Ha di Indonesia termasuk di Kabupaten Sumbawa. Karena itu Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sumbawa dan Direktorat Jendral Cipta Karya bekerjasama menggelar Program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh), yang sosialisasinya dilaksanakan di Wisma Daerah Kabupaten Sumbawa, Senin (26/9) kemarin.

kotaku-1Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Sumbawa, Drs. H. Muhammading, M.Si yang membacakan sambutan Bupati Sumbawa menyampaikan, program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) merupakan program pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman kumuh nasional yang merupakan penjabaran dari pelaksanaan rencana strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya tahun 2015–2019. Sasaran program ini adalah tercapainya pengentasan permukiman kumuh perkotaan menjadi 0 Ha melalui pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman kumuh seluas 38.431 Ha di Indonesia termasuk di Kabupaten Sumbawa. selain itu meningkatkan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di kawasan kumuh perkotaan untuk mendukung terwujudnya permukiman perkotaan yang layak huni, produktif dan berkelanjutan. Dari luas 38.431 hektar kawasan permukiman kumuh saat ini, 23.473 hektar di antaranya berada di wilayah perkotaan dan 11.957 hektar berada di wilayah perdesaan. Program KOTAKU menggunakan sinergi platform kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya di kabupaten/kota serta pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat untuk mempercepat penanganan kumuh perkotaan dan gerakan 100-0-100 dalam rangka mewujudkan permukiman yang layak huni, produktif dan berkelanjutan. Dan gerakan 100-0-100 menargetkan penyediaan 100 persen akses aman air minun, nol persen kawasan permukiman kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak.

Baca Juga  Sejumlah Pintu di Pasar Kerato Ditutup, Jarak Pedagang Diatur

kotaku-2Selanjutnya Asisten menambahkan, pada pelaksanaan program KOTAKU, peran pemerintah daerah sangat strategis dan penting sebagai pengendali program. Karena pemerintah daerah berperan sebagai regulator yang mengakomodasi berbagai aspirasi pelaku pembangunan permukiman dengan tetap memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pemerintah daerah juga memfasilitasi masyarakat untuk berperan aktif dalam melaksanakan penanganan permukiman kumuh skala lingkungan. Peran penting lainnya yaitu, membangun kolaborasi antar pelaku, program dan pendanaan dalam upaya percepatan penanganan kumuh perkotaan yang dilakukan sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi, pemanfaatan, pemeliharaan dan keberlanjutan. Serta membangun atau menguatkan peran kelembagaan daerah dalam penanganan kumuh, yaitu Kelompok Kerja (POKJA) Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Sehingga peran aktif masyarakat dalam upaya mensinergikan penanganan permukiman kumuh skala kota/kawasan dan skala lingkungan sangat dibutuhkan.

Diakhir kegiatan, dilakukan penandatanganan Pencapaian Kabupaten Sumbawa menjadi Nol Persen Kumuh bersama seluruh jajaran SKPD, organisasi kelembagaan masyarakat, perguruan tinggi, dan kelompok peduli lainnya, yang dipimpin langsung Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD