Mahasiswa KKL UNSA Dirikan PAUD untuk Warga Pasinar

oleh -14 views

SUMBAWA BESAR, SR (27/09/2016)

Universitas Samawa (UNSA) melalui mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL), menginisiasi pendirian PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) di Dusun Pasinar Desa Lopok Kecamatan Lopok. PAUD tersebut merupakan permintaan masyarakat setempat karena selama ini anak usia 0-6 tahun tidak dapat mengakses pendidikan anak usia dini.

Ketua Kelompok I KKL Angkatan XVIII UNSA, Anggara Putra didampingi penanggungjawab program Fitri Nurul Fatonnah mengaku bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UNSA dan Diknas Dinas Sumbawa untuk mewujudkan keinginan masyarakat tersebut. “Hari ini kami telah menghadirkan dua institusi itu untuk memberikan materikulasi kepada masyarakat, pengelola PAUD dan pemerintah setempat tentang tata cara pendirian maupun pengelolaan PAUD,” kata Putra sapaan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Manajemen ini. Ke depan LPPM dan Dinas Diknas, akan memberikan pendampingan maupun pembinaan terhadap lembaga PAUD yang telah terbentuk sehingga jaminan mutu (quality asssurancenya) dapat memenuhi standar.

Mukhlis S.Pd, Kepala Seksi PAUD Dinas Diknas Sumbawa
Mukhlis S.Pd, Kepala Seksi PAUD Dinas Diknas Sumbawa

Kadis Diknas Sumbawa melalui Kepala Seksi PAUD, Mukhlis, S.Pd menyampaikan bahwa perkembangan PAUD di Kabupaten Sumbawa dari sisi kuantitas sangat menggembirakan. Kenyataan tersebut ditunjukkan dengan jumlahnya yang mencapai 600 lembaga. Memang diakui Mukhlis, sebelumnya pihaknya mengeluarkan kebijakan agar anak usia 0-6 tahun dapat terlayani dengan akses pendidikan, sehingga PAUD bermunculan. Selain itu pihaknya memberlakukan kebijakan bagaimana peningkatan mutu PAUD mulai dari pendidik, kurikulum, proses, sarana dan prasarana, maupun pembiayaan. Meski demikian pihaknya memberikan ruang kepada masyarakat untuk membuka PAUD bagi wilayah yang belum terlayani pendidikan usia dini seperti di Dusun Pasinar ini. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik di Kabupaten Sumbawa, jumlah anak yang terlayani pendidikan usia dini usia 0-6 tahun masih berada pada angka 19.000 dari 97.000. Artinya masih banyak anak-anak yang belum terlayani. Karenanya secara administratif di Dusun Pasinar sangat layak didirikan PAUD

Baca Juga  LCC Kebudayaan, SMPN 1 Sumbawa 5 Besar Nasional

Sekretaris LPPM, Jhon Kenedi, M.Pd mengungkapkan bahwa PAUD merupakan pendidikan yang diselenggarakan sebelum pendidikan dasar, sasarannya adalah kelompok anak pada usia 0-6 tahun. Usia ini disebut juga sebagai masa usia emas (golden age). Pada usia ini anak hendaknya diberikan bekal pemahaman serta pengetahuan yang memadai melalui lembaga Pendidikan Anak Usia Dini. Karenanya pendidikan usia dini menjadi fondasi bagi pendidikan berikutnya, sehingga pemerintah dan masyarakat memiliki tanggungjawab besar dalam memenuhi keterlayanan kesehatan dan pendidikan anak di usia tersebut. Untuk itu LPPM telah melakukan penandatanganan MoU dengan Pemerintah Desa Lopok untuk melakukan pendampingan terhadap pengelolaan lembaga PAUD.

Kepala Desa Lopok, Sahudin, HB menyampaikan apresiasi atas keberadaan satu-satunya PAUD di desanya. “Program kerja mahasiswa KKL Universitas Samawa sangat bermanfaat telah mampu mengidentifikasi dan menjawab kebutuhan masyarakat di sini,” katanya.

Demikian dengan Dinas Pendidikan Nasional yang telah memberikan supportnya dan pembinaan pengelolaan PAUD di Dusun Pasinar ini secara berkesinambungan. “Untuk berdirinya PAUD, warga kami telah menghibahkan lahannya di jalan raya Sumbawa-Bima,” ujarnya. (JN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.