Kabupaten Tulung Agung Belajar Konsep Pendidikan Kota Mataram

oleh -7 views

MATARAM, SR (27/09/2016)

Pemerintah Kabupaten Tulung Agung beserta jajaran Dewan Pendidikan melakukan lawatan ke Kota Mataram guna mempelajari konsep dan menambah wawasan terkait dengan dunia pendidikan. Rombongan ini mencapai lebih dari 50 orang yang terdiri dari unsur Dewan Pendidikan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan beserta jajarannya, dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) tingkat SMP, dan SMA sederajat. Turut dalam rombongan yang dipimpin Ketua Dewan Pendidikan Supriyono, SE, M.Si yang juga Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur di antaranya Wakil Bupati Tulungagung Drs. H. Maryoto Birowo, MM.

Dalam kesempatan itu, Supriyono mengakui bahwa perhatian Pemerintah Kota Mataram pada dunia pendidikan sangat memadai. Sebagai ibukota provinsi, Mataram dinilai telah mampu mengatasi permasalahan pendidikan. Dengan kemampuan fiskal lebih dari Rp 1,3 triliun, Kota Mataram berhasil mengawal kebijakan pemerintah pusat di bidang pendidikan. Sesuai amanat UU lanjutnya, 20 persen alokasi APBD diperuntukkan untuk dunia pendidikan, namun hal tesebut dinilai belum memadai dalam memajukan dunia pendidikan.

Diakuinya selama ini, stigma pendidikan gratis tidaklah sepenuhnya tepat. Dalam mengelola dunia pendidikan, termaktub di dalamnya berbagai jenis program peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan sebagai aktor kemajuan dari dunia pendidikan. Hal lain yang tidak kalah penting yakni sarana dan prasarana pendidikan dalam memfasilitasi jutaan pelajar mulai dari tingkat dasar hingga menengah menelan biaya yang tidak sedikit. Karenanya, dunia pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata namun juga perlu didukung oleh mitra pemerintah lainnya.

Baca Juga  Tepat 17 Agustus, RS Darurat Covid-19 di NTB Diresmikan

Senada dengan Ketua Dewan Pendidikan, Wakil Bupati Tulungagung juga menyebutkan, Pemerintah Kabupaten tetap berupaya mengalokasikan anggaran pendidikan yang memadai dalam mendorong percepatan kemajuan pendidikan di wilayahnya. Dengan rasio belanja aparatur sebesar 52 persen lebih dan rentang fiskal Rp 2,6 triliun lebih, pihaknya berupaya terus menambah alokasi pada sektor pendidikan. Selain mengapresiasi dunia pendidikan, hal lain yang tidak kalah penting mendapat perhatian Wabup Tulungagung yakni kerukunan antar ummat beragama. Meski berlabel Pulau Seribu Masjid, namun rumah ibadah ummat lainnya banyak dijumpai berdampingan dengan rumah ibadah umat Islam. Toleransi yang tinggi dan sikap tenggang rasa masyarakat Kota Mataram mendapat pujian dari politisi senior Tulungagung tersebut. Pihaknya berjanji akan melakukan lawatan spesifik mempelajari kerukunan antar ummat beragama di Kota Mataram.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana, S.Sos, MH mengaku sangat berbahagia dan berbangga, Mataram mendapat kepercayaan sebagai lokasi kunjungan kerja. Meski tidak memiliki luas wilayah dan kekayaan alam seperti yang dimiliki Tulungagung, Mataram memiliki sumber daya manusia yang cukup handal. Hal tersebut tidak terlepas dari pola pendidikan karakter yang tidak hanya didapat di dunia pendidikan namun juga dalam pergaulan di tengah tengah masyarakat.

Di Mataram lanjut Wawali, angka partisipasi sekolah sangat tinggi, demikian pula angka putus sekolah yang terus dapat ditekan. Di sisi lain angka lama sekolah di Kota Mataram lebih dari 10 tahun. Karenanya pihaknya tengah berupaya untuk mendorong angka lama sekolah menjadi 12 tahun atau tuntas belajar hingga di tingkat Sekolah Menengah Atas. “Upaya ini tidak lepas dari dukungan pemerintah pusat, provinsi, alokasi APBD Kota Mataram dan mitra dunia pendidikan melalui Komite yang turut serta memajukan dunia pendidikan di Kota Mataram,” tandasnya. (NA/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.