Dialog Budaya dan Seminar Investasi Pariwisata Sukses Digelar

oleh -39 views

SUMBAWA BESAR, SR (27/09/2016)

Salah satu item dari pagelaran Festival Moyo 2016 yakni dialog dan seminar budaya yang mengangkat tema “investasi pariwisata mendukung pelestarian budaya dan kearifan lokal”. Kegiatan yang digelar Sabtu (24/9) lalu di Wisma Daerah Sumbawa ini diinisiasi oleh Lentera Agung Jonga dan Samawa Broadcash. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi Sekda Sumbawa, Drs. H. Rasyidi, dan dihadiri sejumlah pelaku wisata, para budayawan, blogger, backpaker, pelajar, dan mahasiswa. Narasumber dalam kegiatan ini di antaranya Musbiawan (Budayawan), Adi Pranajaya (Produser dan Sutradara Film), Ir Iskandar (Kepala Bappeda yang juga Ketua Dewan Kesenian Sumbawa), dan Endah Setya Rini (Dinas Pariwisata NTB).

Kadis Pariwisata Sumbawa, H Amri S.Sos M.Si
Kadis Pariwisata Sumbawa, H Amri S.Sos M.Si

Kepala Dinas Pariwisata Seni Budaya Pemuda dan Olahraga (Diparsenibudpar) Kabupaten Sumbawa, H. Amri S.Sos, M.Si yang ditemui SAMAWAREA mengaku sangat apresiasi atas perhatian Dinas Pariwisata Propinsi NTB yang telah berperan dalam menggelar Seminar dan Dialog Budaya ini. Dari dialog ini para narasumber akan memaparkan berbagai budaya yang ada, serta budaya–budaya yang perlu digali dan hampir punah di tengah masyarakat. Budaya dan investasi pariwisata sangat erat keterkaitannya, pengembangan destinasi dan hampir selalu diikuti dengan budaya. Dengan seminar ini, diharapkan Sumbawa dapat dilirik oleh investor untuk dapat berinvestasi di Kabupaten Sumbawa. Menurutnya, wisata merupakan salah satu sektor yang tidak mempengaruhi kebijakan ekonomi, kebijakan luar negeri, dan kebijakan apapun. Sebab jika tempat wisata sudah eksis maka pergerakan ekonominya akan lancar bagi para pelaku usaha yang ada di sekitarnya. Karena itu, dengan seminar investasi pariwisata ini beberapa destinasi wisata yang belum mampu dikelola secara maksimal diharapkan dapat terwujud dengan baik. Terhadap para pelaku ekonomi kreatif yang berada di sekitar destinasi wisata, ada dinas atau leading sektor terkait yang akan melakukan pembinaan. “Kemajuan pariwisata bukan tanggung jawab dinas pariwisata semata namun menjadi tanggung jawab bersama,” tukas Amri.

Baca Juga  Sekda NTB Harap Semua Perumahan Warga Cepat Terbangun

Secara terpisah, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Propinsi NTB, Endah Setya Rini menegaskan bahwa pihaknya sangat mendukung Pagelaran Festival Moyo yang berlangsung di Kabupaten Sumbawa. Kegiatan ini menjadi tindak lanjut dari pengembangan Festival Moyo kedepannya, termasuk evaluasi terhadap berbagai kekurangan yang dihadapi pemerintah daerah. Pemerintah propinsi dan pemerintah daerah selalu berjalan beriringan, namun pihaknya tidak dapat mendukung sepenuhnya, akan tetapi menguatkan kegiatan tersebut sebab Pemprop juga mendukung kegiatan wisata di kabupaten lainnya se-NTB.

Menurutnya, Festival Moyo merupakan agenda tahunan Pemda Kabupaten Sumbawa yang dikaitkan dengan kegiatan Bulan Budaya Lombok–Sumbawa, program pariwisata propinsi NTB. Penutupan Bulan Budaya Lombok–Sumbawa ini dirangkaikan dengan Festival Senggigi, setelah itu dilaksanakan Festival Moyo. Ada juga Gili Begawe, Festival Lakey, dan Festival Taliwang. “Semuanya telah menjadi agenda tetap tahunan Propinsi NTB yang dikemas dan telah dilaunching secara apik,” ujarnya.

Diakuinya, Kegiatan ini butuh persiapan yang mantap, promosi yang kuat, serta dukungan infrastruktur pariwisata. Persiapan ini juga untuk mendukung peluang Kabupaten Sumbawa untuk menjadi lokasi puncak Sail Moyo 2017 mendatang. Sumbawa memiliki Pulau Moyo yang sudah diakui secara internasional sebagai destinasi wisata khusus.

dialog-budaya-1Sekda Sumbawa, Drs H. Rasyidi saat membuka Dialog Budaya dan Seminar Investasi Pariwisata mengakui metode pengemasan daya tarik pariwisata di Kabupaten Sumbawa masih lemah dan banyak kekurangannya. Ini harus mendapat perhatian khusus kedepan, sehingga diharapkan pengelolaan dilakukan secara profesional baik destinasi pariwisata, kebudayaan dan lainnya. Dengan pengelolaan oleh tangan-tangan terampil yang professional bersama seluruh masyarakat, memberikan keyakinan bahwa industri pariwisata di Kabupaten Sumbawa akan berkembang pesat seperti di Pulau Bali, Pulau Jawa, dan Pulau Lombok.

Baca Juga  BJS Apresiasi Kinerja Pemprov Tangani Banjir Sumbawa

Selaku kepala daerah lanjut Sekda, tentu berharap agar investasi pariwisata ini terus berkembang dan mampu mendongkrak perekonomian daerah melalui penyediaan lapangan kerja, pertumbuhan uang beredar, dan berkembangnya sentra-sentra ekonomi masyarakat. Investasi pariwisata inijuga diharapkan mendukung upaya pelestarian budaya dan kearifan local karena berpotensi sebagai obyek wisata. “Untuk itulah saya berharap agar dialog budaya dan seminar investasi pariwisata ini melahirkan upaya strategis bagi pemerintah daerah sehingga nantinya menjadi salah satu pertimbangan dalam merumuskan kebijakan di bidang pariwisata dan kebudayaan di daerah Sabalong Samalewa ini dan Provinsi NTB pada umumnya,” pintanya.

Di bagian lain, Sekda menepis informasi bahwa Pemprov hanya memberikan perhatiannya di Pulau Lombok. Informasi itu hanya celoteh yang tidak mendasar. Menurut Sekda, perhatian propinsi khususnya bagi perkembangan pariwisata di Sumbawa sudah mulai mengalir. Sebab didasari kabupaten/kota tidak maju, maka akan mempengaruhi kemajuan provinsi. Karenanya kabupaten/kota di Pulau dan Pulau Sumbawa perlu bersinergi untuk mencapai tujuan dan cita-cita bersama yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Provinsi NTB. (JEN/SR/*)

bankntb DPRD DPRD