Penemuan Mayat di Ladang Jagung Temui Titik Terang

oleh -38 views
Kasat Reskrim, AKP Tauziri SIK memimpin olah TKP ulang di ladang jagung, Dusun Jelapang, Desa Lunyuk Rea, Kecamatan Lunyuk.

SUMBAWA BESAR, SR (26/09/2016)

Masih ingat kasus penemuan mayat Damsi (53) di kebun jagung, belakang SMPN 3 Lunyuk, Dusun Jelapang, Desa Lunyuk Rea, Kecamatan Lunyuk, 2 Juli lalu ? penyelidikan yang dilakukan jajaran Polsek Lunyuk diback-up Tim Reskrim Polres Sumbawa, menemui terang. Petani tersebut diduga tewas akibat dibunuh. Dugaan ini menepis informasi awal yang menduga korban menemui ajal akibat diserang binatang liar. Bahkan polisi juga telah mengidentifikasi orang yang dicurigai sebagai pelaku. Untuk memantapkan penyelidikan ini, tim yang langsung dipimpin Kasat Reskrim, AKP Yusuf Tauziri SIK mengulang olah TKP—tempat korban ditemukan, Jumat lalu. Hasilnya mencengangkan, karena ditemukan jejak-jejak yang mencurigakan. “Kami menduga kuat ada beberapa TKP. TKP tempat korban ditemukan bukan TKP pertama, sebab sekitar 50 meter sebelum TKP penemuan ini, ada bekas ceceran darah korban,” kata Kasat Reskrim, AKP Yusuf Tauziri SIK kepada SAMAWAREA, Senin (26/9).

Lokasi penemuan korban dalam kondisi tak bernyawa
Lokasi penemuan korban dalam kondisi tak bernyawa

Penyelidikan kasus ini cukup alot. Saat ia dilantik sebagai Kasat Reskrim Polres Sumbawa beberapa waktu lalu, langsung memberikan atensi terhadap kasus tersebut. Bahkan dia tertantang untuk mengungkapkannya seperti yang pernah dilakukan terhadap kasus-kasus dimana tempatnya bertugas. Karena itu dia turun langsung mendatangi Polsek Lunyuk untuk memastikan kendala yang dihadapi selama penyelidikan. Dari administrasi penyidikan dan olah TKP yang dilakukan penyidik Polsek dinilai sudah cukup bagus. Pihaknya pun mendapat gambaran mengenai pelaku. Indikasi ini diperoleh, setelah polisi mendapatkan barang bukti baju yang dikenakan saksi. Di baju itu terdapat bercak darah. Untuk memastikannya, bercak itu dikirim ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Denpasar Bali. Dari pengecekan ini diperoleh bercak itu identik dengan golongan darah korban yakni O. Dan bercak darah itu juga tidak identik dengan darah saksi yang memiliki baju tersebut. Namun demikian pihaknya harus mengecek lebih jauh, meski darah O dan identik, belum tentu darah korban. Untuk itu dalam waktu dekat akan dilakukan tes DNA di Puslabfor Jakarta yang memiliki fasilitas dan alat kesehatan yang memadai. “Intinya kasus ini harus terungkap, dan kami terus melakukan pendalaman,” tandasnya.

Baca Juga  Pelunasan Maju pada Bank BRI Mengacu pada Ketentuan BI

Seperti diberitakan SAMAWAREA, Korban Damsi ditemukan tak bernyawa tergeletak di ladang jagung, tepatnya di belakang SMPN 3 Lunyuk, Sabtu, 2 Juli 2016 sekitar pukul 15.00 Wita. Kondisi warga Dusun Jelapang Desa Lunyuk Rea ini cukup mengenaskan, karena terdapat luka menganga yang cukup dalam di bagian leher dan tengkuknya. Korban pertamakali ditemukan Subardi (40). Saat itu saksi yang hendak ke ladang melihat jasad tak bernyawa dalam posisi tertidur di ladang jagung. Saksi yang terkejut langsung menginformasikannya ke warga sekitar yang selanjutnya menghubungi pihak Polsek Lunyuk. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD