Pelantikan Kades di Sumbawa Ditunda Lagi

oleh -2 views
Bupati Sumbawa, HM. Husni Djibril B.Sc

SUMBAWA BESAR, SR (25/09/2016)

Pelantikan kepala desa terpilih hasil Pilkades serentak di Kabupaten Sumbawa, molor. Pasalnya, untuk yang kedua kalinya, pelantikan kades tersebut ditunda. Sebelumnya pelantikan 20 kades terpilih, dijadwalkan 19 September lalu. Karena ada gugatan hukum terhadap dua kades terpilih yakni Kades Sebotok dan Kades Lito, pelantikan ditunda dan dijadwalkan kembali, 26 September besok. Namun dari informasi yang diperoleh SAMAWAREA, pelantikan itu kembali ditunda.

Bupati Sumbawa, HM. Husni Djibril B.Sc yang ditemui, Minggu (25/9) mengakui hal itu. Penundaan pelantikan yang kedua kalinya ini karena ada pertimbangan khusus. Pemerintah daerah melalui leading sector terkait tidak ingin terburu-buru mengingat waktu hingga batas akhir, masih ada. “Keputusan yang paling bijak adalah memenuhi peraturan Bupati yang menyebutkan bahwa terhitung 30 hari sejak penetapan kades terpilih harus dilantik. Artinya masih ada waktu hingga 10 Oktober mendatang,” kata Bupati.

Sebenarnya tidak ada persoalan dengan rencana pelantikan, Senin (26/9) besok. Tapi karena masih ada waktu yang ditetapkan aturan sekaligus menunggu proses hukum yang sedang berjalan, pelantikan itu diundur. “Penundaan ini hanya sementara. Para kades terpilih pasti dilantik. Pastinya pelantikan bukan dilaksanakan Senin 26 September besok dan tapijuga tidak lebih dari 30 hari sejak penetapan kades terpilih,” ujar Bupati.

Karenanya Bupati menghimbau masyarakat untuk tetap menjaga suasana kondusifitas di wilayahnya masing-masing. Perbedaan yang muncul saat Pilkades harus disudahi dan tidak permasalahkan lagi. “Pesta demokrasi melalui pilkades bukan untuk menciptakan musuh, justru dengan pemilihan serentak memberi jaminan kepada masyarakat untuk bersatu padu dalam mencari pemimpin yang baik demi kemajuan desanya,” tukasnya.

Baca Juga  Kadisdukcapil Sumbawa Diganti ?

Jika dalam pelaksanaan Pilkades serentak terdapat kekurangan dan kelemahan, menurut Bupati, adalah hal yang lumrah dan manusiawi. Sebagai manusia tentu tidak luput dari kelemahan, kekurangan, kekhilafan, serta kekeliruan, yang semestinya disempurnakan oleh komponen masyarakat dengan cara urun rembug mencari solusi terbaik. Ia mengaku telah memberi contoh kepada masyarakat pasca mengikuti Pilkada, tanpa meninggalkan gejolak dan situasi di daerah tetap kondusif. “Contoh yang baik sudah saya perlihat kepada masyarakat setelah menjadi bupati, selalu menciptakan hubungan komunikasi yang harmonis antar sesama calon, dengan Haji Asaat Abdullah, dan Jack Morsa, serta dengan komponen masyarakat lainnya. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD