Adi Pranajaya: Festival Moyo Harus Dievaluasi

oleh -1 views

SUMBAWA BESAR, SR (25/09/2016)

Sutradara dan Produser Film, Adi Pranajaya menyarankan agar pelaksanaan Festival Moyo yang sudah berlangsung selama lima tahun ini dievaluasi. Hal ini dilakukan untuk memastikan hasil dan dampaknya bagi perkembangan pariwisata di daerah Kabupaten Sumbawa, sehingga tidak monoton. Ia melihat kurangnya upaya daerah untuk menyiasati kegiatan ini agar hasil yang dicapai signifikan. Siasat untuk mendatangkan orang luar perlu ada, bukan dengan pendekatan yang konvensional yang mungkin selama ini diterapkan. Misalnya, tiga bulan sebelum digelar Festival Moyo(Fesmo), ada paket kesenian yang dikemas panitia untuk dibawa ke Jakarta dan dipentaskan di pusat-pusat kebudayaan asing. Mulai menampilkan tarian dinamis hingga mempromosikan secara visual potensi alam Sumbawa. Sehingga orang luar ini dapat mengetahui apa-apa saja event yang dikemas dalam Fesmo termasuk destinasi wisata yang akan dinikmati saat berkunjung ke Sumbawa. Ketika dari promosi itu membuat mereka penasaran lalu datang untuk menikmatinya secara langsung, maka suasana Fesmo akan berbeda dari sebelumnya.

Kemudian, lanjut Adi Pranajaya saat menjadi nara sumber pada Dialog Kebudayaan dan Seminar Investasi Pariwisata di Wisma Daerah Sumbawa, Sabtu (24/9), Fesmo harus jelas sasaran dan pencapaiannya. Di antaranya pasca Fesmo muncul investasi pariwisata dan kunjungan wisatawan asing meningkat. Ini sangat penting agar biaya besar yang dikeluarkan berbanding lurus dengan hasil yang diperoleh. “Barometernya sederhana saja. Misalnya, adakah investor yang sekian tahun datang, lalu secara konkrit destinasi yang ada di titik tertentu berubah. Sebab Investasi ini bukan dilakukan oleh pemerintah setempat, atau pemprov, tetapi dilakukan oleh siapapun termasuk orang luar yang melihat kemungkinan peluang bisnis,” jelasnya.

Baca Juga  Gubernur NTB: Jadikan Anak-Anak Kita Cerdas Berbahasa

Pemda harus memiliki komitmen dan kesungguhan untuk mengelola potensi yang ada seperti seni pertunjukkan, dengan cara menyiapkan fasilitas dan sarana sehingga memiliki wadah. Pemerintah juga harus cerdas membangun kerjasama dengan orang-orang Sumbawa yang ada di Jakarta untuk menfasilitasi petunjukan kesenian Sumbawa di daerah tersebut agar dikenal orang luar dan diharapkan memiliki keinginan untuk berkunjung ke Sumbawa. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD