Pemda KSB—Kodim 1607 Sumbawa Tanam Padi Serentak

oleh -7 views

SUMBAWA BARAT, SR (23/09/2016)

Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa Barat melalui dinas terkait terus berupaya untuk memenuhi program pemerintah pusat dalam memenuhi target pangan nasional. Salah satunya melalui program cetak sawah baru. Untuk KSB, pada Tahun 2016 ini, ditargetkan 500 hektar cetak sawah baru. Sejauh ini yang terlaksana baru mencapai 420 hektar tersebar di 6 kecamatan termasuk Kecamatan Sekongkang yang menerapkan metode penanaman “Tabela” (tanam benih langsung). Dalam pelaksanaannya Pemda setempat bekerjasama dengan Kodim 1607 Sumbawa, yang kemarin menggelar tanam padi serentak.

Kepala BPTP Provinsi NTB, Heriana S.Pt., MT, yang hadir dalam kegiatan itu, mengatakan bahwa kebutuhan beras semakin meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk sedangkan lahan semakin berkurang. Solusinya mengadakan percetakan sawah baru untuk bisa ditanami padi. Untuk menyiasati kondisi kekurangan air, dan hujan yang tidak merata dapat disiasati dengan tanam padi menggunakan system “Tabela”. Cara tanam ini tidak terlalu membutuhkan air. “Airnya bisa diatur sehingga tidak membutuhkan terlalu banyak air, menghemat biaya, dan bisa panen lebih cepat,” jelasnya.

tanam-padi-serentak-1tanam-padi-serentak-2

Sementara itu, Wakil BupatiKSB, Fud Syaifuddin ST mengatakan keberadaan petani sangat penting dan merupakan urat nadi kehidupan masyarakat khususnya KSB. Karena itu pertanian harus ditingkatkan dan petani harus disejahterakan. Karenanya Ia menyampaikan terima kasih kepada TNI yang menjadi ujung tombak mengawal suksesnya pertanian khususnya di KSB.

Baca Juga  Pesta Rakyat Simpedes BRI Sumbawa, Meriah dan Bertaburan Hadiah  

Dijelaskan Fud—sapaan singkat Wabup, sistem Tabela ini awalnya prosesnya cukup sulit tapi hasilnya cukup besar. Ibarat bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Dengan sistem ini petani harus yakin bahwa akan mendapatkan hasil yang maksimal karena sudah diuji oleh BPTP Provinsi. Masyarakat harus memanfaatkan sistem ini karena sangat cocok dengan kondisi di daerah. “Yang paling penting, jadilah petani yang sungguh-sungguh bukan petani yang musiman,” ujarnya.

Fud mengaku telah menginstruksikan SKPD terkait untuk menjaga harga pangan tetap stabil. Ia tidak ingin produksi berlimpah namun harganya anjlok. Selain peran Dinas Pertanian, Fud mengingatkan Bulog untuk mempermainkan harga melainkan menjadi garda terdepan dalam menjaga kestabilan harga. “Saya jamin kepada petani akan mendapatkan pupuk gratis. Kalau ada yang minta bayar laporkan ke saya. Terutama SKPD terkait jangan sampai ada aparaturnya menjual pupuk,” pungkasnya. (HEN/SR)

 

bankntb DPRD DPRD