PPK Rumah Adat KSB Divonis 1 Tahun Denda 50 Juta

oleh -7 views

 

SUMBAWA BESAR, SR (23/09/2016)

Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Mataram, menjatuhkan vonis 1 tahun penjara untuk Yahya Soud—PPK Proyek Pembangunan Rumah Adat Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Pada persidangan yang digelar kemarin, terdakwa juga dibebankan denda Rp 50 juta subside 3 bulan kurungan. Terhadap putusan itu, terdakwa melalui kuasa hukumnya langsung menyatakan menerima.

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Sumbawa, Anak Agung Raka P.D, SH mengakui vonis terhadap terdakwa rumah adat ini. Namun pihaknya selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) masih menyatakan pikir-pikir karena putusan yang dijatuhkan majelis hakim lebih rendah dari tuntutan JPU yakni 1,6 tahun penjara. “Dalam waktu dekat kami akan membuat berita acara pendapat atas putusan itu lalu kita kami akan menyatakan sikap,” ujarnya.

Dalam persidangan itu lanjut Agung Raka, terdakwa langsung membayar denda sebesar Rp 50 juta. Artinya terdakwa telah melaksanakan salah satu putusan pengadilan. Mengenai tersangka lain yaitu Teguh Maramis–selaku pelaksana kegiatan, Agung Raka mengatakan masih dalam proses penyidikan dan tengah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi.

Seperti diberitakan SAMAWAREA, pembangunan rumah adat milik Pemerintah KSB senilai Rp 2 miliar itu mangkrak setelah dilakukan pemutusan kontrak kerja secara sepihak oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Pemutusan kontrak ini dilakukan karena kontraktornya diduga kabur. Pemenang tender proyek ini adalah PT AS. Berdasarkan informasi, hasil penghitungan yang dilakukan atas realisasi pekerjaan yang dilaksanakan PT AS sekitar 5,4 persen. Tapi Pembangunan ini tidak berdasarkan kontrak. Meski kontraknya diputus, namun rekanan tersebut bisa mencairkan anggaran sebesar Rp 500 juta. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb
Baca Juga  TGB: Masa Depan Bangsa Ada pada Pemuda yang Berilmu dan Berakhlak

No More Posts Available.

No more pages to load.