F-PKS Minta Gubernur Evaluasi Capaian Kinerja SKPD

oleh -4 views
Johan Rosihan ST, Ketua Fraksi PKS DPRD NTB

MATARAM, SR (21/09/2016)

Fraksi PKS DPRD NTB mengapresiasi kerja dan prestasi Gubernur NTB. Pasalnya selama lima tahun berturut-turut, NTB menjadi menempati urutan pertama MDGs (Millenium Development Goals). Prestasi pemerintah NTB ini dicapai karena mampu merealisasikan 8 sasaran MDGs utamanya pada pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan dan perbaikan derajat kesehatan masyarakat. Atas prestasi tersebut, Gubernur NTB diundang pada acara Side Event at the 71st United Nations General Assembly di Gedung PBB New York Amerika Serikat, 21–22 September2016. ‘’Semoga apresasi dari lembaga internasional ini, bisa terus memotivasi seluruh jajaran aparat pemerintahan di NTB untuk bekerja dan terus bekerja, hingga kemiskinan di NTB terkikis, kesehatan masyarakat makin membaik dan pendidikan kita juga makin berkualitas,’’ kata Ketua Fraksi PKS DPRD NTB, Johan Rosihan ST saat menyampaikan Pandangan Umum Fraksi tersebut terhadap Raperda Perubahan APBD NTB Tahun Anggaran 2016, di Gedung DPRD NTB, Rabu (21/9).

Fraksi PKS juga memberikan apresiasi kepada kontingen PON ke 19 yang sedang berlaga di Jawa Barat. Ia berharap target 15 medali emas bisa diraih oleh kontingen NTB. ‘’Fraksi PKS mendukung sepenuhnya upaya pemerintah dalam membangun olahraga di daerah, dengan memperkuat alokasi belanja untuk pembinaan dan pengembangan berbagai bakat dan talenta olah raga di daerah ini,’’ katanya.

Terkait dengan agenda utama, Johan menjelaskan, setelah melakukan kajian-kajian, pendalaman dan penelusuran atas Rancangan Peraturan Daerah Provinsi NTB tentang Perubahan APBD Provinsi NTB Tahun Anggaran 2016, F-PKS berkesimpulan bahwa target  total pendapatan daerah pada perubahan APBD 2016 dibandingkan dengan usulan APBD Murni 2016, naik sebesar 5,41% atau senilai Rp. 193.346.629.490,00. ‘’Jika dibandingkan dengan target APBD 2015, maka total target pendapatan daerah kita meningkat 6,02 persen atau senilai Rp. 214.130.103.270,00. Atas hal tersebut, fraksi PKS mengapresiasi peningkatan target pendapatan daerah yang melebihi target pertumbuhan ekonomi NTB yang dicanangkan dalam RPJMD yaitu 5,85 – 6 persen,’’ ujarnya.

Baca Juga  Dipecat dari PDIP, Mustami Merasa Didzolimi

Kemudian, tentang rasio pendapatan asli daerah (PAD) terhadap total pendapatan daerah sebesar 37,64%. Rasio tersebut turun jika dibandingkan dengan rasio PAD pada tahun anggaran 2015 sebesar 39,95%. ‘’Hal ini menjadi penanda pelemahan celah fiskal daerah yang patut untuk diwaspadai oleh pemerintah daerah pada masa-masa mendatang. Atas fenomena pelemahan fiskal daerah tersebut, kami minta penjelasan Pemda terkait langkah antisipasi yang akan dipersiapkan,’’ pinta Johan.

Selanjutnya, dibandingkan dengan usulan pada APBD Murni 2016, maka total target PAD Provinsi NTB direncanakan tumbuh 2,49%. Namun jika dibandingkan dengan target pada APBD 2015, maka usulan PAD melemah sebesar -0,11%. Padahal jika memperhatikan trend realisasi capaian PAD pada tahun anggaran 2015 cukup besar yaitu 96,63%. ‘’Dengan menurunnya asumsi target PAD dibandingkan dengan usulan pada tahun anggaran sebelumnya, hemat kami, pemerintah daerah tidak menjadikan momentum pertumbuhan ekonomi daerah, juga momentum pertumbuhan pendapatan daerah sebagai kesempatan untuk menggenjot capaian pendapatan asli daerah,’’ imbuhnya.

Di bagian lain Fraksi PKS meminta Gubernur untuk secara kritis mengevaluasi capaian kinerja SKPD atau badan usaha yang ditargetkan memberikan kontribusi atas capaian PAD. Usulan penurunan target PAD patut untuk menjadi warning atas keengganan birokrasi memacu kinerjanya. (NA/SR)

bankntb DPRD DPRD