PMI, Dari Generasi ke Generasi Menolong Sesama

oleh -35 views

SUMBAWA BESAR, SR (18/09/2016)

Generasi muda harus didorong sejak dini untuk menanamkan kepedulian terhadap sesama secara tulus ikhlas serta membantu mereka yang membutuhkan tanpa membedakan ras, golongan, suku dan agama. Hal ini sesuai dengan prinsip kemanusiaan dan kesamaan dalam prinsip-prinsip dasar gerakan internasional palang merah dan bulan sabit merah. Pernyataan tersebut diungkapkan Ketua PMI Kabupaten Sumbawa, Drs. H. Rasyidi Mukhtar selaku Inspektur Upacara pada Peringatan HUT Palang Merah Indonesia ke-71 di halaman Kantor Bupati Sumbawa, Sabtu (17/9).

Ketua PMI Sumbawa memberikan penghargaan kepada mitra aktif dan pendonor

Ketua PMI Sumbawa memberikan penghargaan kepada mitra aktif dan pendonor
Ketua PMI Sumbawa memberikan penghargaan kepada mitra aktif dan pendonor

 

Terbentuknya Palang Merah Indonesia (PMI) lanjut Rasyidi, memiliki sejarah yang panjang. Saat itu Ir Soekarno—Presiden pertama Republik Indonesia memerintahkan Menteri Kesehatan yang kala itu dijabat dr. Buntaran Martoatmodjo untuk membentuk Badan Palang Merah Nasional, sehingga pada 5 September disusunlah panitia pembentukan Palang Merah Indonesia yang beranggotakan, dr. Bahder Johan, dr. R. Mochtar, dr. Marjuki, dr. Joehana dan dr. Sitanala. Akhirnya tepat 17 September 1945 PMI resmi terbentuk yang diketuai Drs Mohammad Hatta. Pembentukan PMI bertujuan untuk menunjukkan kepada dunia internasional bahwa Indonesia mampu melakukan gebrakan setelah diproklamirkannya kemerdekaan RI 17 Agustus 1945. Dalam usia ke-71, Palang Merah Indonesia telah mengabdikan dirinya bagi rakyat Indonesia di dalam menghadapi berbagai peristiwa kebencanaan, konflik, permasalahan kesehatan, sosial, dan penguatan karakter generasi muda. PMI dilahirkan selisih satu bulan setelah kemerdekaan Negara Republik Indonesia, sehingga semangat mengisi kemerdekaan senantiasa mewarnai setiap langkah dan kegiatan pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat PMI didorong untuk terus menerus mengembangkan kapasitasnya, memperbaiki pelayanannya, melakukan harmonisasi langkah dengan pemerintah, para mitra, dan tentu saja dengan penerima manfaat yaitu masyarakat di dalam melaksanakan kegiatan kemanusiaan, sebagai upaya nyata untuk meringankan penderitaan mereka yang membutuhkan baik di dalam kondisi bencana maupun non bencana. Rasyidi menambahkan, PMI bukan hanya bertugas melaksanakan donor darah tetapi dapat melakukan aksi sosial, sehingga di tingkat pelajar dari sekolah dasar sampai di SMA, terdapat gerakan Palang Merah Remaja (PMR) yang mensosialisasikan berbagai kegiatan PMI. Bukan itu saja, PMI memiliki tanggung jawab untuk menanamkan prinsip kepalang-merahan kepada kaum muda agar dapat membangun daerah dan negeri serta menghindarkan generasi penerus dari pengaruh buruk penyalahgunaan narkoba, sehingga sapta prinsip palang merah benar–benar tertanam pada kaum muda sebagai generasi penerus yang akan melanjutkan tugas-tugas kemanusiaan kedepan khususnya di Tana’ Samawa.

Baca Juga  Desa Nijang Ditargetkan Jadi Desa Bebas Narkoba
Agung Widiastono, Wartawan yg aktif jadi pendonor. Biar kecil tapi jiwa kemanusiaannya yg besar
Agung Widiastono, Wartawan yg aktif jadi pendonor. Biar kecil tapi jiwa kemanusiaannya yg besar

Di akhir sambutannya Ketua PMI menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa karena dalam kurun waktu lima tahun terakhir telah mendukung kegiatan kemanusiaan di daerah ini melalui pengalokasian anggaran melalui APBD untuk operasional organisasi. Dari dukungan ini program-program PMI berupa pengembangan dan peningkatan kapasitas organisasi, sosialisasi dan aksi donor serta kegiatan bulan dana yang bertujuan menciptakan PMI lebih mandiri dan tidak tergantung kepada pihak manapun, namun tidak mengurangi pentingnya bantuan pemerintah daerah bagi PMI untuk menunjang kegiatan oprasionalnya.

Untuk diketahui Peringatan HUT ke 71 yang mengambil tema “Dari Generasi ke Generasi” tersebut dipusatkan di halaman Kantor Bupati Sumbawa dengan berbagai ragam kegiatan seperti lomba mewarnai dan menggambar untuk TK/PAUD dan SD serta lomba melukis bertema kemanusiaan, lomba pembuatan tandu, lari karung beregu, terompa panjang, makan kerupuk dan beberapa lomba hiburan lainnya yang diikuti oleh anggota PMR tingkat SMP dan SMA se Kota Sumbawa Besar. Menutup rangkaian peringatan HUT, PMI Kabupaten Sumbawa menggelar Malam Inagurasi Donor Darah dengan memberikan plakat dan piagam penghargaan kepada mitra aktif PMI serta para pendonor sukarela termasuk Agung Widiastono–wartawan Tribun Sumbawa yang secara rutin mendonorkan darahnya pada kategori 10 kali, 25 kali serta 50 kali. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.